KABAR FIKKIA – Kematian yang disebabkan Penyakit Tidak Menular (PTM) mengalami trend kenaikan beberapa tahun terakhir. Pola hidup tidak sehat menjadi faktor kejadian PTM yang turut mengintai usia muda produktif. Menekan kecenderungan tersebut, Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Banyuwangi menggelar Seminar Nasional bertajuk “Strategi dan Kebijakan Nasional dalam Menekan Epidemi Penyakit Tidak Menular (PTM)”. Seminar berlangsung pada Sabtu (18/20/2025) di Aula Kampus Mojo, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) serta menjadi bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-11.
Acara dihadiri 80 peserta dari puskesmas se-Kota Banyuwangi, STIKES Banyuwangi, STIKES Rustida, SMA Negeri 1 Glagah, SMA Negeri 1 Banyuwangi, mahasiswa kesehatan masyarakat, hingga masyarakat umum. Hakimi, S.KM., M.Sc Epidemiolog Ahli Madya dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), sebagai pemateri utama yang membahas tentang penyakit tidak menular.

Kesadaran Promotif-Preventif Tekan Angka Kejadian PTM
Dalam paparannya, Hakimi menyoroti fakta bahwa penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, kanker, ginjal, dan diabetes kini menjadi penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di Indonesia. Tren peningkatan kasus ini erat kaitannya dengan perilaku hidup tidak sehat—kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi gula-garam-lemak, serta rendahnya konsumsi buah dan sayur.
Data Kemenkes menunjukkan hanya 39,8% penduduk usia di atas 20 tahun yang pernah melakukan skrining PTM. Sementara itu, empat penyakit katastropik — jantung, stroke, kanker, dan ginjal — menelan biaya lebih dari Rp34,8 triliun pada tahun 2023.
Dalam kesempatan tersebut, Kemenkes juga menegaskan arah transformasi sistem kesehatan nasional, termasuk program Cek Kesehatan Gratis (CKG), vaksinasi HPV nasional, dan penguatan layanan primer serta jejaring rumah sakit rujukan di seluruh kabupaten/kota.
Strategi pengendalian PTM didukung oleh kebijakan lintas sektor yang melibatkan Kemenpora, Kemendikbud, Kemenhub, Kemenperin, hingga pemerintah daerah melalui penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan promosi pangan sehat.
Melalui pendekatan promotif-preventif seperti GERMAS, CERDIK, dan edukasi gaya hidup sehat, pemerintah berupaya menekan angka morbiditas dan mortalitas akibat PTM.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being
Penulis: Aqila Fawziya Mustafa
Editor: Avicena C. Nisa
