KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses melaksanakan Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan (UKM PPDH) perdana. Ujian berlangsung pada Sabtu (25/10/2025) dan Minggu (26/10/2025). Terdapat dua jenis ujian yang diikuti oleh mahasiswa program studi Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) FIKKIA Gelombang 1. Hari pertama adalah ujian computer based test (CBT). Sedangkan Hari Kedua merupakan ujian skill menggunakan jenis Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Penyelia Pusat dari Komite Nasional yang hadir dalam UKMPPDH di FIKKIA UNAIR yaitu Prof. Dr. Ni Ketut Suwiti, drh., M.Kes. dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana (UNUD).
Dukungan Handal, Ujian Berjalan Lancar
Ketua Pelaksana UKM PPDH FIKKIA, Ratih Novita Praja, drh., M.Si. mengatakan pelaksanaan UKM PPDH berjalan dengan lancar. Panitia sudah mempersiapkan keseluruhan elemen dalam pelaksanaan ujian. Termasuk infrastruktur maupun pelatihan pra ujian bagi mahasiswa. Tryout eksternal maupun internal yang telah terlaksana membuat mahasiswa lebih memahami alur pelaksanaan.
“Begitupun dengan yang panitia juga sudah mengerti penugasan masing-masing. Sehingga pelaksanaan UKM PPDH yang baru pertama kali FIKKIA UNAIR laksanakan bisa berjalan dengan sangat baik,” katanya.
Prosedur Pelaksanaan CBT dan OSCE
Peserta UKM PPDH harus memahami dan mengikuti peraturan dalam ujian. Termasuk ketentuan pakaian. Saat CBT mahasiswa harus menggunakan pakaian atas kemeja berwarna putih dan bawahan berwarna hitam. Mahasiswa harus masuk pada pukul 6.30 WIB dan memasuki ruang karantina di Ruang Sidang Kampus Giri untuk mendapatkan pengarahan. Pada pukul 08.00, peserta menuju ke ruang komputer dan melaksanakan screening menggunakan metal detector. Peserta kemudian menduduki meja CBT sesuai dengan nomor yang telah ditentukan.
“Peserta dilarang membawa barang apapun. Telah tersedia kertas coretan dan pulpen untuk mencatat,” ungkapnya.

Tepat pada pukul 09.00 WIB secara serentak seluruh Universitas yang menyelenggarakan CBT UKMPPDH dapat mengakses soal tersebut. Selama pengerjaan soal, peserta mendapatkan pengawasan dari 2 orang pengawas, 1 penyelia pusat, dan 1 tenaga IT. Seluruh proses CBT juga terkoneksi langsung dengan pengawasan dari komite nasional UKMPPDH melalui zoom meeting. Setelah peserta mengerjakan 100 soal selama 100 menit, mereka wajib meninggalkan ruangan satu per satu tanpa membawa barang apapun dari ruangan CBT. Lalu mereka akan mendapatkan pengarahan sebentar untuk OSCE dihari berikutnya.
Hari Kedua Pelaksanaan OSCE
Berbeda dengan CBT, saat hari kedua peserta harus mengenakan pakaian berupa kemeja bebas bersneli putih dengan bawahan gelap. Peserta juga wajib membawa termometer dan stetoskop. Saat memasuki ruang karantina mereka akan mendapatkan pengecekan menggunakan metal detector. Selama proses tersebut, Penyelia pusat (PP) juga akan memberikan pengarahan terlebih dahulu bagi klien standar dan penguji menyesuaikan skenario soal. PP turut memberikan pengarahan kepada panitia lokal lain yang bertugas demi kesuksesan ujian.

Pelaksanaan OSCE UKM PPDH FIKKIA UBAIR menggunakan 4 ruangan yang berjalan dalam sesi pagi. 1 Ruangan memiliki kelengkapan 3 meja dan 3 kursi untuk peserta, klien, dan pengawas. Soal peserta akan dicetak pada pukul 7.45 dan langsung dimasukkan kedalam kotak soal yang tersedia disamping kursi peserta sebelum masuk ke ruang ujian. Tepat pada pukul 8.00, peserta dipersilahkan masuk dari ruang transit ke area lorong tempat membaca soal. Setiap peserta akan membaca soal selama 2 menit.

Saat masuk, peserta akan mendapatkan ambulator ujian, informed consent, dan kertas resep. Terdapat waktu 15 menit bagi peserta melaksanakan ujian OSCE dari anamnesa hingga peresepan dan 5 menit berikutnya bagi pengawas untuk menyelesaikan penilaian.
15 menit penyelesaian, dan 5 menit pengawas menyelesaikan penilaian. Setelah itu, peserta akan masuk kedalam ruang karantina kedua sehingga peserta yang belum masuk dan sudah melakukan ujian tidak bertemu. Hasil ujian CBT dan OSCE akan diumumkan secara nasional setelah 2 minggu pelaksanaan.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
