FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Ancaman Terhadap Kehidupan Satwa Liar Rugikan Kehidupan Manusia

KABAR FIKKIA – Pelestarian satwa liar sangat penting bagi keberlangsungan lingkungan dan kesehatan manusia. Banyak nilai yang dimiliki satwa liar seperti sebagai penyerbuk alami, pengendali hama, penyeimbang rantai makanan hingga indikator kesehatan lingkungan. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala BBKSDA Jawa Timur dalam Kuliah Tamu bertajuk “Satwa Liar dan Kehidupan Manusia” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi. Kegiatan berlangsung pada Kamis (30/10/2025) di Ruang Smartclass Kampus Mojo.

Ancaman Tekanan Terhadap Satwa Liar

Kepala BBKSDA Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan, S.Hut., M.Sc. menuturkan tekanan terhadap satwa liar meningkat akibat deforestasi, urbanisasi, perdagangan ilegal, dan perubahan iklim. Lebih dari 10 juta hektare hutan hilang di Indonesia sejak 2001. Krisis ekologi kini bertransformasi menjadi krisis kesehatan manusia.

“Kita tidak memelihara satwa liar untuk kepentingan kita, tetapi untuk kepentingan kehidupan itu sendiri,” tuturnya

One Health Cegah Wabah

75% emerging infectious diseases berasal dari satwa liar. Penyakit zoonosis adalah penyakit menular yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia maupun sebaliknya. Zoonosis muncul ketika batas ekologis antara manusia dan satwa kabur. Konservasi habitat menjadi salah satu bentuk pencegahan wabah paling efektif.Pendekatan WHO–FAO–OIE menekankan integrasi kedokteran, kedokteran hewan, dan ekologi.

Kolaborasi lintas sektor dengan One Health adalah kunci masa depan sehat. Dalam hal tersebut UNAIR dan BBKSDA Jatim memiliki potensi besar menjadi model One Health berbasis konservasi. Program yang dapat dilaksanakan yaitu Riset bersama FIKKIA dan Fakultas Kedokteran Hewan dalam epidemiologi zoonosis, kesehatan satwa liar. Kemudian Praktek lapangan konservasi dan karantina satwa.

“Kemudian Program edukasi publik One Health One Planet maupun pengembangan model Early Warning System untuk penyakit lintas spesies,” katanya.

Paparan materi One Health oleh Nur Patria Kurniawan, S.Hut., M.Sc. Sumber: UKIP

Satwa liar bukan ancaman, tapi penjaga keseimbangan bumi. Konservasi bukan pilihan moral, melainkan kebutuhan eksistensial. Tugas pokok BKSDA adalah mengelola kawasan konservasi, penangkaran, dan lembaga konservasi. Menegakkan hukum terhadap perdagangan transaksi satwa liar (TSL) ilegal. Melaksanakan patroli, penyelamatan, dan edukasi publik. Kolaborasi dengan kampus dan lembaga riset untuk surveilans kesehatan satwa. Sehingga kolaborasi lintas sektor manajerial pemerintah dan akademisi diperlukan dalam mencapai hal tersebut.

“Peradaban sejati bukan diukur dari tinggi gedung atau cepatnya teknologi. Tapi dari seberapa bijak manusia melindungi yang tak berdaya. Termasuk makhluk-makhluk yang tak bisa bersuara,” tutupnya.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *