FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kuliah Tamu FIKKIA UNAIR Bahas Strategi Sosial-Ekonomi Perikanan Berkelanjutan

KABAR FIKKIA – Membangun perikanan budidaya yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada teknik akuakultur semata, namun juga memerlukan pendekatan sosial-ekonomi yang menyeluruh. Guna memperkaya wawasan mahasiswa akan aspek sosial-ekonomi pada ruang lingkup perikanan, Prodi Akuakultur FIKKIA UNAIR menghadirkan Indra Wicaksono, S.Pi. Alumni Akuakultur FIKKIA angkatan 2016 yang kini berprofesi sebagai Fasilitator Program IISAP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kuliah tamu yang bertajuk “Pendekatan Sosial Ekonomi Untuk Perikanan Budidaya Berkelanjutan” berlangsung Senin (03/11/2025) di Ruang G102 Kampus Giri. 40 mahasiswa semester tiga tampak antusias mengikuti dan membuka diskusi. Mereka dapat bertanya langsung kepada fasilitator lapangan handal bagaimana mencegah konflik sosial ekonomi di sektor perikanan.

Pemetaan Tantangan dan Strategi Mitigasi

Dalam paparannya, Indra Wicaksono memetakan sejumlah tantangan sosial-ekonomi yang kerap dihadapi. Regulasi yang rumit, persaingan usaha tidak sehat, hingga potensi konflik antarwarga menjadi kedala yang kerap ditemui di lapangan. Berangkat dari identifikasi masalah tersebut terdapat sejumlah langkah mitigasi yang proaktif.

“Transparansi dalam proses perizinan, pemberdayaan masyarakat, dan pendekatan berbasis sosial-budaya adalah kunci untuk mengubah konflik menjadi kolaborasi.” Ucapnya

Kunci Utama: Membangun Kepercayaan Masyarakat

Kunci keberhasilan pembangunan terletak pada kemampuan membangun hubungan dan kepercayaan dengan masyarakat. Pendekatan yang efektif bukanlah dengan memaksa, melainkan dengan menjadi pendengar yang baik, mengingat cerita dan nama mereka, serta fokus pada pemberian solusi atas kebutuhan yang dirasakan.

Suasna kelas kuliah tamu Mata Kkuliah Sosial-Ekonimi Perikanan. Sumber: Istimewa

Modal sosial berupa kepercayaan ini menjadi fondasi penting untuk menerapkan praktik budidaya yang bertanggung jawab. Seperti pengelolaan limbah dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan penggunaan bahan produksi yang aman. Indra juga menjelaskan dilengkapi dengan contoh dokumen perizinan dan hasil uji laboratorium.

Sinergi Menuju Hilirisasi dan Kelembagaan Kuat

Sebagai penutup, Indra menyampaikan harapannya tentang visi terwujudnya perikanan budidaya yang tangguh dan inklusif. Hal ini, menurutnya, dapat dicapai melalui hilirisasi produk, sinergi yang kuat antara pelaku usaha, pemerintah, dan akademisi, serta penguatan kelembagaan kelompok.

“Dengan pendekatan holistik yang memadukan aspek sumberdaya manusia (SDM), lingkungan, dan ekonomi, sektor perikanan budidaya tidak hanya menjadi penghasil komoditas, tetapi mampu menjadi pilar ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya, menutup sesi kuliah tamu yang penuh inspirasi tersebut.

Penulis: M. Fahmi Dimas Prayogi

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *