KABAR FIKKIA — Tim Pengabdian Masyarakat Cermat Pantau Anemia (CEMPAKA) Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kesehatan (FIKKIA) Universitas Airlangga kembali menghadirkan sosialisasi pencegahan anemia pada remaja putri. Tim CEMPAKA meluncurkan tiga buku edukatif yang dirancang meningkatkan kesadaran, kedisiplinan, dan kepedulian remaja menjaga kesehatan melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu (25/10/2025) di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Sosialisasi diikuti oleh 50 santriwati, 15 kader santri, dan 10 kader pengasuh, serta menghadirkan narasumber dari Puskesmas Wongsorejo, Yosi Rizky Rinda Purnama, S.Keb.
Ketua pelaksana, Septa Indra Puspikawati, S.KM., M.PH., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pentingnya pencegahan anemia sejak dini.
“Kami berharap melalui kegiatan ini para santri memahami bahaya anemia serta pentingnya menjaga asupan gizi dan rutin mengkonsumsi tablet tambah darah sebagai langkah pencegahan.” Ujarnya.
Paket 3 Buku Pendamping CEMPAKA
Sebagai bentuk konkret Tim CEMPAKA memperkenalkan tiga buku pendamping yang saling melengkapi.Terdapat Buku Saku, Diary Kader, dan Diary Siswa (Santri). Ketiganya dikembangkan dengan desain menarik dan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh santri maupun kader.
- Buku Saku CEMPAKA
Berisi informasi singkat mengenai anemia, penyebab, dampak, gejala, serta pentingnya konsumsi rutin TTD. Buku ini berfungsi sebagai panduan dasar bagi remaja untuk memahami alasan ilmiah dibalik kebijakan konsumsi suplemen zat besi secara rutin. - Diary Kader CEMPAKA
Buku ini sebagai alat pemantauan bagi para kader dalam mencatat data konsumsi TTD para santriwati setiap minggu. Termasuk efek samping yang mungkin muncul. Melalui buku ini, kader dapat melaporkan hasil pemantauan secara terstruktur kepada pendamping program dan pihak sekolah atau pesantren. - Diary Siswa (Santri)
Buku ini digunakan secara mandiri oleh santri untuk mencatat jadwal minum TTD, efek samping yang dirasakan, dan status menstruasi bulanan. Melalui pencatatan tersebut, santri diharapkan mampu mengenali kondisi kesehatannya sendiri dan berpartisipasi aktif dalam menjaga kadar hemoglobin tetap normal.

Selama kegiatan berlangsung, santri tampak antusias mengikuti sesi edukasi dan diskusi. Peserta juga diajak mengikuti simulasi minum TTD bersama sebagai bentuk pembiasaan serta praktik langsung. Pihak Puskesmas Wongsorejo turut memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini.
“Program ini luar biasa karena baru kali ini kegiatan penanggulangan anemia menjangkau langsung ke remaja di pesantren. Inovasi pemantauan berjenjang ini sangat bagus dan akan kami tindak lanjuti ke sekolah maupun pesantren lain.” Ujar Yosi Rizki Rinda Purnama, S.Keb, perwakilan dari Puskesmas Wongsorejo.
Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul kemandirian pesantren dalam pencegahan anemia melalui kader CEMPAKA. Program ini menjadi sarana edukasi, sekaligus wadah pemberdayaan bagi santri dan pengasuh untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan pesantren yang sehat, kuat, dan bebas anemia.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being, dan ke-17 Partnerships for the Goals
Penulis: Faradiva Husna
Editor: Avicena C. Nisa
