FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Semangat Hari Pahlawan, FIKKIA RISE-UP Bangkitkan Kesadaran Politik Anak Muda

KABAR FIKKIA – Memperingati Hari Pahlawan Badan Eksekutif Mahasiswa menggelar FIKKIA RISE-UP (Resistance Initiative for Social Empowerment & Unity in Politics) pada Sabtu (08/10/2025). Ratusan pemuda dari berbagai organisasi mahasiswa internal dan eksternal kampus berkumpul di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan pemikiran kritis dan keterlibatan aktif pemuda dalam dinamika politik nasional maupun daerah.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Farrel Fikriansyah (KH 24), menyampaikan bahwa FIKKIA RISE-UP dirancang untuk membangkitkan semangat politik pemuda.

“Kegiatan ini mengharapkan pemuda dapat menjadi aktivis nyata dalam mengamati dunia politik dan memiliki kontribusi nyata dalam perjalanan perkembangannya,” ujar Farel.

Hadir sebagai narasumber utama Michael Edy Hariyanto, SH, MH, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi serta Drs. R Agus Mulyono, M.Si., Kepala Bakesbangpol Banyuwangi yang turut turut memberikan sambutan dan arahan.

Arah Keterlibatan Politik Pemuda

Dalam pemaparannya, Michael menyoroti dinamika politik nasional yang menurutnya masih dipengaruhi kepentingan tertentu. Selain memaparkan kondisi pemerintahan, Michael juga menampilkan hasil survei nasional terkait persepsi dan partisipasi politik anak muda.

“Anak muda hari ini punya semangat yang tinggi, tapi kadang belum punya ruang dan arah yang jelas untuk menyalurkan aspirasi politiknya. Karena itu, penting memberi wadah dialog agar mereka tumbuh sebagai penggerak perubahan, bukan hanya penonton,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Banyuwangi Agus Mulyono menggarisbawahi pentingnya keterlibatan pemuda dalam menjaga kehidupan demokrasi. “Pemuda bukan hanya sekadar penonton politik, tetapi agen perubahan yang menentukan arah bangsa,” tegas Agus.

Kegiatan juga menghadirkan sesi sharing session bersama pemuda pengamat politik lokal. Diskusi ini membahas dinamika politik digital, pola konsumsi informasi generasi muda, serta fenomena kultus figur di media sosial. Salah satu isu yang turut disoroti adalah kasus siswa MAN 1 Banyuwangi yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi produk yang dikaitkan dengan seorang figur publik kontroversial (MBG). Peristiwa ini menjadi contoh nyata bagaimana keputusan publik dapat dipengaruhi oleh narasi tanpa filter kritis.

Melalui diskusi interaktif, peserta didorong untuk meningkatkan literasi politik, memahami dinamika sosial, dan bersikap kritis terhadap perkembangan politik. FIKKIA RISE-UP menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai penjaga demokrasi sekaligus motor perubahan di tengah tantangan politik era modern.

Penulis: Zahwa Yasmina Fajri

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *