FIKKIA NEWS – Program Hebat besutan mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR berhasil memperoleh pendanaan Nutrifood Research Center Student Bootcamp (NRC Student Bootcamp). Tim yang terdiri dari Muhammad Ridwan (22), Jhonatan Rameldo (23), dan Hisyam (23) sukses membawa konsep HEBAT (Hidup Sehat, Bugar, dan Tangguh) dan mengimplementasikannya pada remaja SMA di Banyuwangi. Program ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) melalui kampanye #BATASIGGL.
Program HEBAT dirancang berdasarkan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia yang menunjukkan tingginya prevalensi hipertensi. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, tercatat 30,8% penduduk usia ≥18 tahun mengalami hipertensi, sehingga edukasi sejak remaja menjadi langkah penting dalam pencegahan jangka panjang.
Sebagai bagian dari rangkaian NRC Student Bootcamp, sebuah program Nutrifood Research Center yang melibatkan mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk melaksanakan edukasi kepada komunitas remaja, tim HEBAT telah mendapatkan pelatihan nutrisi, public speaking, manajemen acara, serta strategi aktivasi media sosial. Pelatihan ini menjadi bekal sebelum mereka terjun langsung mengimplementasikan proyek edukasi di lapangan.
GGL Jadi Fokus Program Hebat
Program HEBAT menyasar siswa dari berbagai sekolah di Banyuwangi, yaitu SMAN 1 Giri Banyuwangi, MAN 1 Banyuwangi, SMAN 1 Glagah, SMAN 1 Banyuwangi, dan SMKN 1 Banyuwangi. Seluruh kegiatan dilaksanakan sepanjang Oktober hingga 14 November 2025, sesuai periode implementasi proyek yang ditetapkan oleh NRC Student Bootcamp. 152 siswa di lima sekolah di Banyuwangi berhasil mendapat pengetahuan tentang pentingnya pembatasan konsumsi GGL.

Untuk memudahkan pemahaman remaja, tim HEBAT mengemas materi secara interaktif dan menyenangkan. Kegiatan dilakukan melalui games edukatif, diskusi kelompok, serta pembuatan yel-yel bertema hidup sehat agar pesan terkait pembatasan konsumsi GGL dapat tersampaikan secara ringan dan mudah diingat. Selain itu, peserta juga berkesempatan melakukan cek indeks masa tubuh (BMI) guna mengenali kondisi tubuhnya secara mandiri. Hasil perhitungan BMI dapat menjadi prakiraan kondisi tubuh dalam keadaan ideal atau tidak. Sebelum memperoleh skor BMI, siswa terlebih dahulu mengukur tinggi badan dan timbang berat badan.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti permainan, berdiskusi, dan menunjukkan kreativitas saat membuat yel-yel. Pendekatan yang ramah remaja ini dinilai efektif karena mampu meningkatkan engagement sekaligus memperkuat pesan edukasi tanpa membuat siswa merasa digurui.
Sebagai program yang bertujuan membangun kesadaran kesehatan sejak usia muda, HEBAT hadir untuk mendorong remaja agar mulai mengenali risiko konsumsi GGL berlebih serta memahami pentingnya pengendalian tekanan darah sejak dini. Harapannya, edukasi yang dilakukan dapat menjadi langkah awal bagi remaja Banyuwangi dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
Program HEBAT juga menjadi kesempatan berharga bagi Ridwan, Jonathan, dan Hisyam dalam mengembangkan kemampuan mereka sebagai agen perubahan di bidang kesehatan masyarakat. Melalui implementasi proyek ini, mereka berharap semakin banyak remaja yang mampu menjalani hidup sehat sejak masa remaja, bukan nanti.
Penulis: Zahwa Yasmina Fajri
Editor: Avicena C. Nisa
