KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga menggelar guest lecture dengan tema Primate Communication Unlocking Insights & Tools for Welfare & Conservation. Kuliah tamu menghadirkan Dr. Wendy M. Erb, Ph.D dari Cornell University, Amerika Serikat sebagai pemateri utama pada Senin (10/11/2025). Acara dipandu oleh Zhaza Afililla, drh., M.Si. Dosen Kedokteran Hewan FIKKIA melalui kanal zoom diikuti oleh 200 mahasiswa angkatan 2023 dan 2024.
Bioacoustics untuk Mengenal Primata Endemik
Primata endemik Indonesia menghadapi tekanan serius. Sebagian besar spesies primata memiliki status rentan hingga kritis. Ancaman utama meliputi hilangnya habitat akibat deforestasi, alih fungsi lahan untuk pertanian dan pertambangan, serta perburuan liar. Salah satu satwa langka yang mendapat sorotan adalah orangutan. Siklus reproduksi yang panjang dengan interval kelahiran sekitar 9 tahun, membuat orangutan masuk daftar merah UICN. Artinya, dalam sembilan tahun, seekor induk orangutan hanya melahirkan 1 anak. Kerusakan habitat juga turut berdampak besar pada kelangsungan hidupnya.
Dalam kuliah tamu ini, Dr. Wendy mengenalkan bioacoustics. Cabang ilmu yang mempelajari komunikasi suara antara hewan dan lingkungannya. Suara hewan yang berperan penting dalam memantau kondisi kesejahteraan satwa dan kualitas lingkungan. Melalui suara suara yang dipancarkan, primata dapat menunjukan aktivitas sehari-hari. Seperti mencari makanan, menghindari predator, menarik pasangan kawin, hingga keadaan emosional—baik positif maupun negatif.
Polusi udara yang diakibatkan oleh kebakaran hutan, serta polusi suara dari kegiatan manusia turut memengaruhi kualitas vokalisasi primata. Studi kasus yang diangkat adalah konflik antara manusia dan orangutan yang menyebabkan perubahan perilaku satwa ini. Orangutan, sebagai primata soliter dan endemik, sangat rentan terhadap tekanan tersebut.
“Suara primata merupakan indikator penting kesehatan dan kondisi habitat mereka. Pendekatan bioacoustics memungkinkan pemantauan non-invasif yang efektif untuk konservasi.” Ujar Dr. Wendy
Antusiasme mahasiswa tinggi terlihat dari keaktifan dalam sesi tanya jawab menunjukkan minat besar terhadap materi yang disampaikan. Tema kuliah yang sesuai dengan keunggulan program studi Medik Konservasi Satwa Liar di FIKKIA UNAIR.
Dr. Zhaza selaku PIC kuliah tamu berpesan, melalui bioacoustics, kita bisa tahu kondisi terbaik dari primata endemik. Bagaimana suara yang ditimbulkan turut menggambarkan kondisi satwa dan bahkan kondisi lingkungan.
Penulis: Putri Ajeng Aprisa Simorangkir
Editor: Avicena C. Nisa
