KABAR FIKKIA – Kelompok 1 Gelombang III Sub Kelompok Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Inseminasi Buatan Daerah, Pembibitan Ternak, dan Hijauan Pakan Ternak (BIBD PTHPT) melaksanakan magang koasistensi pada Senin (9/12/2025) hingga Jumat (19/12/2025). Mahasiswa PPDH FIKKIA UNAIR tersebut beranggotakan Azhar Burhanuddin, Bunga Chandhella, Alfian Dzaka Fadhil Ramadhan, Muhammad Alivio Putra Fajar, Putri Haibah Nurbadri, Imana Fitri Adila, Nicola Earren Fransia, dan Maharani Isnaini Pangestuti. Mereka melakukan berbagai kegiatan mulai dari manajemen perkandangan, hijauan pakan, pemeriksaan kebuntingan, processing semen sapi bali dan babi.
Processing Semen Babi
Kebutuhan semen cair babi di Bali cukup tinggi mendorong UPTD BIBD PTHPT memproduksi semen cair babi pejantan unggul setiap hari. Para dokter hewan muda FIKKIA UNAIR turut belajar melakukan produksi itu dimulai dengan melakukan koleksi sperma babi jantan. Penampungan semen cair dilakukan menggunakan bantuan dummy show. Teknik yang digunakan adalah pemijatan glans penis hingga sperma keluar. Saat proses itu cairan akan disaring menggunakan kain kasa steril untuk memisahkan gelatin alami yang dapat mengganggu alur masuk melalui kateter dalam inseminasi buatan. Selain itu, cairan aksesorius juga tidak dimasukkan dalam penampungan.

Sperma yang didapat akan masuk ke dalam laboratorium processing semen cair yang telah mengacu SNI. Pertama, adalah pengamatan makroskopis melalui uji organoleptik dengan melihat warna, kepekatan, dan bau. Sperma normal berwarna krem, kepekatan yang berbau amis tanpa bau urin. Termasuk melihat konsentrasi menggunakan alat spektrofotometer. Sperma juga akan dicek secara mikroskopis untuk mengetahui tingkat motilitas dengan ambang batas normal 70 persen.
Semen cair yang memenuhi kriteria akan diencerkan menggunakan pengencer dengan ketentuan tertentu. Sedangkan yang dengan kualitas dibawah minimum tidak akan dipakai. Setelah pengenceran, semen cair akan akan dicek kembali untuk melihat motilitas yang harus diatas 50%. Lalu semen cair akan dibungkus dan sealing menggunakan tube untuk lanjut didistribusikan. Semen cair yang diproduksi harus disimpan pada suhu 20 derajat celcius dengan masa pakai maksimal yaitu 3 hari pasca produksi.
Belajar Inseminasi Buatan pada Babi
Mahasiswa koasistensi PPDH FIKKIA UNAIR juga berkesempatan untuk belajar melakukan inseminasi buatan pada babi betina. Proses dimulai dengan memeriksa birahi betina yang dapat berlangsung selama 3 hingga 4 hari. Masa yang tepat untuk melakukan inseminasi buatan pada babi betina saat menunjukkan kondisi standing hit. Hal tersebut dapat terlihat bila inseminator menaiki betina dan dia diam. Pelaksanaan inseminasi juga disarankan untuk dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pagi-sore atau sore-pagi. Saat IB berlangsung, inseminator akan menggunakan alat bernama kateter untuk proses inseminasi. Kateter yang digunakan berulang wajib untuk disterilisasi menggunakan air panas. Prosedur inseminasi pada babi betina dimulai dengan membersihkan bagian vulva menggunakan air bersih. Kemudian kateter dimasukkan kedalamnya dan saat menemui serviks harus diputar berlawanan arah jarum jam secara hati-hati. Bengkokkan kateter dan masukkan semen cair secara perlahan sampai dengan 5 menit. Setelah semen habis keluarkan kateter dengan cara memutar searah jarum jam.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
