KABAR FIKKIA – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas jejaring kolaborasi global, Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlanggaa (UNAIR) sukses melaksanakan kegiatan Academic Visit and Benchmarking. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (16-18/12/2025) bertempat di Fakulti Perubatan Veteriner (FPV), Universiti Putra Malaysia (UPM).
Delegasi FIKKIA UNAIR yang bertandang ke Negeri Jiran ini terdiri dari lima orang perwakilan. Meliputi tiga dosen yakni Maya Nurwartanti Yunita drh., M.Si., Prima Ayu Wibawati, drh., M.Si., dan Zhaza Afililla drh., M.Si., serta dua mahasiswa, Nadya Ashila Afandik (KH 22) dan Fera Ferina Putri (KH 24). Kunjungan membawa misi strategis dalam pertukaran wawasan akademik dan inisiasi riset bersama.
Rangkaian agenda dimulai dengan kunjungan kehormatan kepada pimpinan fakultas. Dilanjutkan dengan kuliah tamu, sesi berbagi wawasan akademik, serta diskusi mendalam mengenai peluang kolaborasi riset. Delegasi juga diajak meninjau berbagai fasilitas pendidikan unggulan, mulai dari museum anatomi, Laboratorium Patologi dan Theriogenologi, hingga Rumah Sakit Hewan Pendidikan. Tak ketinggalan, kunjungan lapangan ke industri susu Farm Fresh UPM serta tur budaya di kawasan Putrajaya menjadi pelengkap orientasi lingkungan akademik dan sosial.
Perhatikan Aspek Keamanan dan Kelengkapan Lab
Fokus utama dari kegiatan benchmarking menyoroti standar fasilitas laboratorium. Dari hasil visitasi, delegasi FIKKIA menemukan sejumlah perbedaan signifikan terkait tata ruang dan kelengkapan alat. Laboratorium di FPV UPM memiliki desain ruangan yang luas dengan zonasi terpisah untuk penyimpanan logistik dan area praktikum. Penataan ini bertujuan mempermudah mobilitas serta memungkinkan setiap mahasiswa melakukan praktik secara individual menggunakan peralatan berakurasi tinggi sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Selain itu, aspek biosafety dan biosecurity menjadi sorotan utama. Penerapan standar keselamatan di laboratorium UPM dinilai sangat ketat. Mulai dari kedisiplinan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pengelolaan limbah biologis dan kimiawi yang terpadu, hingga pemisahan area kerja berdasarkan tingkat risiko. Hal ini dinilai krusial untuk mencegah potensi zoonosis dan kontaminasi silang selama proses pengujian maupun interpretasi hasil. Fasilitas yang mumpuni ini secara nyata mencerminkan komitmen kuat FPV UPM dalam mendukung ekosistem pendidikan dan riset berkualitas.
Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi komprehensif, pertukaran cendera mata, serta penandatanganan kesepahaman untuk tindak lanjut kerja sama akademik di masa depan. Melalui kunjungan ini, diharapkan FIKKIA UNAIR dapat mengadopsi praktik terbaik (best practice) guna mendorong kualitas pendidikan kedokteran hewan di Indonesia menuju standar internasional.
Penulis: Ibnu Sadidan Fil Iman
Author: Avicena C. Nisa
