
Sapi Bali merupakan salah satu sumber daya genetik ternak lokal yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan peternakan di Indonesia. Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas genetiknya, inseminasi buatan menjadi teknologi yang banyak digunakan. Salah satu kunci keberhasilan inseminasi buatan adalah kualitas semen beku yang digunakan, karena proses pembekuan sering kali menyebabkan penurunan daya gerak dan kualitas sperma akibat stres oksidatif.
Pemanfaatan antioksidan alami menjadi salah satu pendekatan yang menarik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Ekstrak teh hijau, khususnya senyawa Epigallocatechin-3-gallate (EGCG), dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dan berpotensi melindungi sel sperma dari kerusakan selama proses pembekuan. Oleh karena itu, penelitian mengenai penambahan EGCG ke dalam pengencer semen sapi Bali menjadi penting untuk mengetahui sejauh mana senyawa alami ini dapat membantu mempertahankan kualitas dan karakteristik gerak sperma, sekaligus mendukung keberhasilan program inseminasi buatan dan pelestarian plasma nutfah sapi lokal.
Baca artikel selengkapnya: Quality and kinematic characteristics of Bali bulls frozen semen with purified green tea extract epigallocatechin-3-gallate antioxidant addition in diluent
Infografis:
- Ragil Angga Prastiya, drh., MSi
- Amung Logam Saputro, drh., MSi,
- Azhar Burhanuddin, S.KH
