FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Kuliah Tamu PKIP FIKKIA Unair Bahas Implementasi Promosi Kesehatan di Indonesia

KABAR FIKKIA – Mahasiswa peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP) Prodi Kesehatan Masyarakat FIKKIA Universitas Airlangga mendapatkan kesempatan memperdalam wawasan melalui kuliah tamu berjudul “Implementasi Promkes di Indonesia”. Kuliah Tamu diselengarakan pada Sabtu, (28/02/2026), melalui Zoom.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber, Theresia Rhabina Noviandri Purba, SKM, M.KM Ketua Tim Kerja Promkes di Fasilitas Pelayanan Kesehatan KEMESKES. Kuliah tamu tersebut diikuti 80 mahasiswa dari berbagai angkatan, termasuk mahasiswa FIKKIA dan FKM UNAIR. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi pemaparan materi dan diskusi.

Tantangan Kesehatan Nasional di Berbagai Siklus Kehidupan

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi beban masalah kesehatan yang kompleks di hampir seluruh kelompok usia. Data Global Burden of Disease 2021 menunjukkan bahwa penyakit tidak menular seperti kardiovaskular, diabetes, gangguan mental, dan penyakit pernapasan kronis menjadi penyumbang utama beban kesakitan dan kematian. Namun, di saat yang sama, persoalan gizi dan penyakit menular masih menjadi tantangan pada kelompok bayi, balita, dan remaja.

“Beban masalah kesehatan kita terjadi di seluruh siklus kehidupan. Di satu sisi penyakit tidak menular terus meningkat, tetapi di sisi lain masalah gizi dan penyakit infeksi belum sepenuhnya terselesaikan,” jelasnya.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting pada balita mencapai 21,5 persen. Anemia pada remaja tercatat 15,6 persen, sementara masalah kesehatan jiwa pada anak sekolah dan remaja mencapai 34,9 persen. Pada kelompok dewasa, kesadaran untuk melakukan skrining penyakit tidak menular masih rendah, dengan hanya 39,8 persen masyarakat yang telah melakukan pemeriksaan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan kuratif. Diperlukan strategi promotif dan preventif yang kuat, khususnya dalam mengendalikan faktor risiko seperti merokok, pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, serta gangguan metabolik seperti hipertensi dan kadar gula darah tinggi.

Strategi Implementasi Promosi Kesehatan Berbasis Perubahan Perilaku

Strategi promosi kesehatan kini diarahkan pada perubahan perilaku kesehatan melalui tiga area yang terukur dan berkelanjutan.

Pendekatan yang digunakan mencakup komunikasi perubahan perilaku (behavior change communication), penciptaan lingkungan yang mendukung (enabling environment), serta kampanye berbasis data dan karakteristik sasaran. Sejumlah program yang dijalankan, seperti Gerakan Bumil Sehat, Gerakan Aksi Bergizi untuk remaja, Kampanye ABCDE Cegah Stunting, serta kampanye #JanjiHidupSehat.

25 keterampilan dasar kesehatan. Sumber: Istimewa

Selain itu, penguatan kapasitas kader Posyandu dilakukan melalui peningkatan 25 keterampilan dasar kesehatan, mulai dari edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga skrining penyakit tidak menular. Melalui kolaborasi lintas sektor dan sinergi pusat-daerah, promosi kesehatan diharapkan mampu membangun generasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.

Sebagai penutup, Ketua Tim Kerja Promkes di Fasilitas Pelayanan Kesehatan menegaskan bahwa promosi kesehatan tidak hanya sebatas kegiatan penyuluhan atau penyampaian informasi saja, tapi juga dalam mendorong perubahan perilaku kesehatan.

“Promosi kesehatan bukan sekadar edukasi. Kita mendorong perubahan perilaku menjadi lebih sehat, dengan pendekatan siklus hidup dan mempertimbangkan berbagai determinan sosial, ekonomi, komersial, hingga lingkungan,” tegasnya.

Penulis: Annisa Dwi Cahyani

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *