KABAR FIKKIA – Mahasiswa Kedokteran Hewan FIKKIA Universitas Airlangga, Az’Zahwa Rizky Iskandar (KH 25) berhasil meraih Juara 1 Lomba Esai pada Youth Innovation Forum 2026. Perlombaan diselenggarakan oleh Global Youth Action 3-9 Februari 2026 di Singapura, Malaysia, dan Thailand. Esai berjudul “From Embers of Anxiety to Sparking a Greener Grid: Indonesia’s Waste-to-Energy Revolution” berhasil menembus 30 besar dari ribuan peserta dan memukau juri internasional.
Youth Innovation Forum merupakan platform global bagi pemuda Indonesia untuk berbagi ide inovatif mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Kampanye dituangkan dalam format esai, poster, video campaign, photo storytelling, newscasting, dan mind maps.
Zahwa mengikuti kategori esai bertema “From Climate Anxiety to Climate Action”. Selain lomba, ia juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD), webinar SDGs, serta pengenalan budaya Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Tawarkan Sistem Pengelolaan Sampah
Esai Zahwa mengusulkan transformasi sistem pengelolaan sampah Indonesia melalui teknologi Waste-to-Energy (WtE) terinspirasi keberhasilan Swedia. Inovasi ini mengubah sampah TPA bukan lagi limbah akhir, melainkan sumber energi bersih melalui pembakaran terkontrol yang menghasilkan listrik dan panas.
Urgensi ganda yang diangkat yakni darurat sampah nasional TPA seperti Bantar Gebang sudah overload, banjir rutin, pencemaran tanah serta krisis transisi energi. Teknologi WtE ciptakan energi terbarukan kurangi ketergantungan bahan bakar fosil 20-30%
“Sampah bukan beban, tapi aset bangsa. Dari tumpukan limbah di depan mata bisa lahir pembangkit listrik hijau,” tegas Zahwa menjelaskan konsepnya.
Zahwa mengangkat tema ini karena gap mencolok antara krisis sampah masif Indonesia dengan teknologi WtE terbukti Swedia. Judul dramatis “From Embers of Anxiety to Sparking a Greener Grid” membangun narasi kuat: kecemasan iklim (climate anxiety) → aksi nyata (climate action) melalui sampah jadi energi.
Solusi konkret yang diusulkan yakni Pilot project 10 TPA besar seperti Bantar Gebang dan Piyungan. Kemudian Public-Private Partnership (pemerintah + Swedia), Regulasi straw semenal insentif WtE dengan target mencapai 1 juta ton sampah/tahun.
Isu Lingkungan dan Energi Terbarukan
Lolos 30 besar dari ribuan peserta, Zahwa berhak menapaki Singapura, Malaysia, dan Thailand untuk cultural exchange program bagian Youth Innovation Forum. Prestasi ini sekaligus validasi akademik FIKKIA UNAIR di kancah internasional SDGs.
“Saya sangat bangga bisa berprestasi dan menapaki Singapura, Malaysia, dan Thailand. Saya harap ke depannya bisa mengikuti lebih banyak kompetisi untuk mengasah skill serta membagikannya ke teman-teman.” Ungkap Zahwa saat ditemui FIKKIA NEWS (04/03/2026)
Esai ini selaras SDGs 7 (Energi Bersih), SDGs 11 (Kota Berkelanjutan), dan SDGs 13 (Aksi Iklim). Di tengah target NDC Indonesia 2030 (penurunan emisi 29% tanpa/41% dengan bantuan internasional), WtE jadi win-win solution. Sampah bersih menghasislkan energi hijau dan lapangan kerja baru.
Global Youth Action melalui Youth Innovation Forum terus dorong pemuda Indonesia jadi problem solver perubahan iklim. Zahwa tunjukkan: satu esai bisa nyalakan pembangkit listrik nasional.
Penulis: Putri Ajeng Aprisa Simorangkir
Editor: Avicena C. Nisa
