KABAR FIKKIA – Mendalami makna integritas, FIKKIA Universitas Airlangga mengadakan kajian sebagai refleksi ibadah di bulan Ramadhan. Kajian berlangsung Kamis (12/03/2026) bersama seluruh civitas akademik di Aula Kampus Mojo. Mulai dari Dekan, Wakil Dekan, Dosen, Tenaga Kependidikan, dan para Ketua Ormawa. Meliputi BEM, BLM, HIMAKUA, HMKH, BPHA, HMKU, Garuda Sakti. Integritas harus dimaknai menjadi bentuk ibadah nyata yang dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat.
Kajian mengundang Habib Abdurrahman Al Jufrisebagai pemateri dengan mengusung tema “Integritas adalah ibadah”. Sebelumnya jamaah pengajian terlebih dahulu melaksanakan kegiatan pembagian takjil gratis kepada masyarakat Banyuwangi.
Acara kajian diawali dengan sambutan dari Dekan FIKKIA, Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.Bs.(K). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa tema kajian kali ini sejalan dengan motto Universitas Airlangga yaitu Excellence with Morality.

“Kajian hari ini mengusung tema Integritas adalah Ibadah. Harapannya, nilai-nilai yang disampaikan dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai civitas akademika, tetapi juga sebagai individu yang sesuai dengan motto UNAIR yaitu Excellence with Morality yang menjunjung tinggi nilai integritas.” Ujarnya.
Teladan Integritas Nabi Nuh AS
Dalam kajiannya, Habib Abdurrahman Al Jufri menyampaikan bahwa integritas adalah salah satu nilai penting yang telah dicontohkan oleh para Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Para Nabi dikenal memiliki akhlak mulia seperti sikap sabar, amanah, jujur dan dapat dipercaya yang menjadi nilai-nilai teladan bagi umatnya dalam menjalani kehidupan.
Habib menyontohkan integritas Nabi Nuh AS dalam menegakkan syariat kebenaran kepada umatnya. Ujian berupa penolakan, cemoohan kaum Nabi Nuh AS datang silih berganti. Bahkan dari lingkup keluarganya sendiri tidak mempercayai risalah kebenaran. Nabi Nuh senantiasa membangun kapal, sesuai dengan petunjuk dan kepercayaan penuh kepada Allah SWT.
“Apakah Nabi Nuh menyerah dalam membangun bahtera Allah? Tidak. Ia tetap berpegang teguh pada perintah dan petunjuk Allah SWT serta terus menjalankan dakwah dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.” Kata Habib dengan menggebu
Beliau menambahkan, keteladanan para nabi menunjukkan bahwa integritas bukan sekedar nilai moral, namun juga bagian dari bentuk ibadah. Integritas pada kebenaran menjadi bagian dalam menjalankan ibadah dan pengabdian kepada Allah.
”Amanah yang kita pikul dalam pekerjaan juga menjadi bagian dari ibadah. Bapak ibu yang dipercaya menjalankan pendidikan di sini. Begitupun adik adik mahasiswa yang dipercaya untuk belajar, mengemban ilmu untuk diamalkan dimasa depan.” Tambahnya
Melalui ibadah puasa, umat Islam dilatih untuk menahan diri dan berlaku jujur. Habib mengajak seluruh civitas akademik untuk menjaga kejujuran, memperbaiki akhlak, serta menghindari perbuatan buruk yang tidak sesuai dengan nilai nilai kebajikan. Nilai-nilai itulah yang menjadi bagian dari integritas seorang muslim.
Buka Bersama dan Sholat Berjamaah
Kegiatan kajian Ramadhan berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan doa bersama. Setelah rangkaian kajian selesai, acara dilanjutkan dengan berbuka puasa menggunakan kurma dan air sebagai hidangan pembuka. Selanjutnya, para civitas akademika melaksanakan sholat maghrib berjamaah.
Penulis: Sabita Helmi
Editor: Avicena C. Nisa
