FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Selamat, Alumni Pertama SIKIA UNAIR

Pengukuhan yudisium SIKIA UNAIR di Ruang Sidang Kampus Giri

Pengukuhan yudisium menjadi momen yang ditunggu setelah melalui proses pendidikan menjadi mahasiswa. Disaat inilah secara sah dan meyakinkan mahasiswa tersebut menerima dan menyandang status sarjana beserta hak dan kewajiban yang berlaku. Yudisium periode I Tahun Akademik 2021-2022 Genap diikuti oleh 14 mahasiswa dengan rincian sebelas dari prodi Kedokteran hewan, dua mahasiswa prodi Akuakultur, dan satu mahasiswa prodi kesehatan masyarakat pada Kamis pagi (07/04/2022). Tidak hanya menjadi momen penting bagi mahasiswa, ini juga menjadi peristiwa berharga untuk Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam  karena untuk pertama kalinya Pagelaran Yudisium dilaksanakan secara mandiri.

Upacara yudisium diselenggarakan secara hybrid di Ruang Sidang Kampus Giri SIKIA UNAIR dan melalui ruang rapat zoom secara daring. Acara dihadiri oleh Direktur Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam  Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U. (K), Wakil Direktur Akademik Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS. (K), Wakil Direktur Non Akademik Dr. Mufasirin, drh., M.Si, Kepala Departemen Prayogo, S.Pi., M.P, beserta Ketua Program Studi Kedokteran Hewan Muhammad Thohawi Elziyad Purnama, drh., M.Si, Ketua Program Studi Kesehatan masyarakat Dr. Muhammad Zainal Fatah, Drs., M.S., M.Kes dan Ketua Program Studi Akuakultur Darmawan Setia Budi, S.Pi., M.Si.

Turut hadir  Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Prof. Dr. Mirni Lamid, drh., MP., Dekan Kesehatan Masyarakat Dr. Santi Martini, dr., M.Kes, Dekan Akuakultur Prof. Moch. Amin Alamsjah, Ir., M.Si., Ph.D, Ketua Program Studi Profesi Kedokteran Hewan Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes, Tim Promosi Kesehatan Kedokteran Hewan Erma Safitri, M.Si.,drh.

Dalam sambutannya Prof Soetojo selaku direktur menyampaikan terutama bagi kedokteran hewan, untuk melanjutkan ke bidang profesi agar menjadi dokter hewan yang handal. “Jika menjadi mahasiswa belajar melalui teks book dan internet, sekarang belajar dengan menangani pasien, oleh karena itu komunikasi menjadi penting untuk mendiagnosa dan mendapat persetujuan pengobatan dari klien” katanya.

Untuk akuakultur dan kesehatan masyarakat Prof Soetojo berpesan agar menjaga perilaku dan moral sebagai almamater unair, karena kita adalah gambaran unair pada masyarakat, menjadi sumber daya manusia yang kompeten di tengah masyarakat, serta terus belajar kejenjang magister.

Pagelaran yudisium ini dibarengi dengan sosialisasi promosi Program Profesi Kedokteran Hewan (PPDH). Program profesi harus diambil oleh sarjana kedokteran hewan agar mendapatkan kualifikasi profesi dokter hewan. Nantinya, lulusan sarjana kedokteran hewan SIKIA akan menjalankan program profesinya di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga selama kurang lebih dua tahun. Dijelaskan pula pembekalan koasistensi, persiapan, program wajib profesi yang dijalani, ruang lingkup kerja dokter hewan, serta aktivitas PPDH di Rumah Sakit Hewan Universitas Airlangga, Teaching Farm, dan dinas terkait.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *