FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

SIKIA Terima Kunjungan Studi Banding dari PSDKU UNTAD Tojo Una-Una

Selasa (25/05) Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga menyambut kunjunagn istimewa dari PSDKU Universitas Tadulako Tojo Una-Una. Universitas yang akrab disebut UNTAD tersebut menugaskan jajaran pengelola kampus yang terdiri dari 7 orang yaitu Dr. Syamsuddin, S.E, M.Si (Wakil Ketua Bidang  Umum dan Keuangan), Lisdyanti, S.Sos (Bendahara Pengeluaran Pembantu), Sri Astuti Risma, S.Sos (Operator Keuangan), Zulkarnia Irsaf, S.Si (Operator RKAKL), Hasmani, S.Pd sebagai (Staff Administrasi Akademik), dan Moch. Rizki Almubarak, S.Staf (Operator Siakad). Kunjungan rombongan studi banding PSDKU UNTAD Tojo Una-Una diterima langsung oleh Prayogo, S.Pi, M.P (Kepala Departemen), Muhammad Thohawi Elziyad Purnama, drh., M.Si. (Koordinator Program Studi Kedokteran Hewan), Dr. Mohammad Zainal Fatah, Drs., M.S., M.Kes (Koordinator Program Studi Kesehatan Masyarakat), Bintang Gumilang, M. Kes (Kepala Tata Usaha), Endang Susilowati (Koor. Staf Akademik dan Kemahasiswaan), dan Yoesron Firdany (Koor. Sarana dan Prasarana)

Kegiatan yang berlangsung secara hibrid ini, juga dihadiri oleh Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U.(K) selaku Direktur SIKIA, Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS. (K) selaku Wakil Direktur Non Akademik, yang hadir melalui ruang zoom.

Ketika memberikan sambutannya Dr. Syamsuddin, S.E, M.Si menjelaskan tujuan lawatan PSDKU UNTAD Tojo Una-Una adalah ingin belajar ke kampus SIKIA UNAIR, terutama bagaimana proses perubahan nama PSDKU menjadi SIKIA.

Kemudian dilanjutkan oleh Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U.(K) selaku Direktur SIKIA yang memaparkan profil singkat dan sejarah SIKIA UNAIR dari awal merintis hingga sekarang. “Saat masih berstatus sebagai PSDKU, untuk koordinasi dan pengelolaan masih mengikuti Kampus Induk di Surabaya sehingga tidak bisa mandiri. Sehingga, Rektor Universitas Airlangga menetapkan perubahan PSDKU menjadi fakultas yang bernama Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam”.

Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS. (K) sebagai Wakil Direktur Non Akademik menambahkan bahwa perubahan PSDKU menjadi SIKIA masih terbilang baru dan sedang dalam masa transisi. Terutama saat ini UNAIR memiliki program UNAIR 1 Data dimana proses transisi yang terbilang sulit adalah migrasi data mahasiswa serta dosen yang pada awalnya dikelola Fakultas di Surabaya berubah pengelolaannya ke SIKIA.

Soetojo dalam paparannya menjelaskan perubahan PSDKU menjadi SIKIA tidak terlepas dari Universitas Airlangga yang saat ini berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) serta tujuan efisiensi pada seluruh tatakelola akademik dan keuangan. Saat berstatus PSDKU, seluruh pengelolaan bergantung pada Program Studi Induk di Fakultas sehingga berdampak pada pembiayaan yang lebih mahal. Kapasitas UNAIR sebagai PTN-BH memberikan keleluasaan pengorganisasian mandiri dalam hal SDM dan keuangan. Oleh karena itu, Rektor dengan persetujuan Dewan Wali Amanat dan Ketua Senat menetapkan PSDKU UNAIR menjadi SIKIA yang setara dengan Fakultas.

Peningkatan kapasitas SIKIA yang sama dengan Fakultas, turut mengubah target pencapaian prestasi kedepannya. Sebagai contoh, jumlah kelulusan mahasiswa, banyaknya Guru Besar dan Doktor, indeks Scopus yang dicapai mahasiswa dan dosen, serta peningkatan jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu.

Sebagai antisipasi membengkaknya pembiayaan operasional, SIKIA mengupayakan kegiatan pembelajaran yang efektif dan optimal. Prayogo memaparkan apabila di SIKIA menggunakan pola pembelajaran semi Blok, “Apabila terdapat dosen Surabaya yang ke Banyuwangi, kita upayakan dengan melakukan sistem semi blok. Dimana pada 1 kali kedatangan dosen pusat, diupayakan untuk menyelesaikan 4 tema pembelajaran. Kemudian, dosen pengajar Surabaya juga dioptimalkan untuk menjadi dosen pembimbing skripsi utama” pungkasnya.

Pernyataan tersebut didukung oleh Tohawi selaku KPS Kedokteran Hewan. Ia menerangkan di kedokteran hewan tidak terdapat semester pendek. Trend mahasiswa di SIKIA sangat memungkinkan untuk lulus 3,5 tahun karena susunan kurikulum yang mmemperoleh SKS lebih dapat mengambil mata perkuliahan kakak tingkatnya yang  bukan mata kuliah bersyarat. Kemudian ada konversi nilai bagi mahasiswa yang mengikuti MBKM, Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) , Permata Merdeka, sebesar 20 sks dan menjadi sebuah fasilitas kepada mahasiswa untuk dapat belajar di luar SIKIA yang nilainya diakui di program studi Kedokteran Hewan di Banyuwangi.

Selain itu, pengerjaan skripsi bisa dipercepat di semester 5 melalui pembibingan dan proses riset yang terafiliasi dengan dosen. Penelitian dapat dilakukan terlebih dahulu dan disusul seminar proposal skripsi disemester 6.

Adapun kebijakan dari kemahasiswaan tentang konversi melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai oleh UNAIR maka nilai skripsi menjadi A. Jenis PKM-Masyarakat  terkonversi untuk KKN, PKM-Kewirausahaan untuk mata kuliah kewirausahaan, serta PKM lain yang akan dikonversikan ke mata kuliah. Hal ini yang menjadi trigger ke mahasiswa yang menjadi atmosfer meningkatkan akademik mereka.

Acara diakhiri dengan pertukaran cindera mata, dan dari PSDKU UNTAD Tojo Una-Una berharap SIKIA-pun berkenan membalas kunjungan guna mempererat hubungan antar kedua belah pihak.

(1) Comment

  • syamsuddin July 30, 2022 @ 1:43 pm

    Assalamualaikum…..
    woww…keren semoga SIKIA membalas kunjungan PSDKU Untad Tojo Una-Una…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *