FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

BEM KM SIKIA UNAIR Gandeng Desa Tamansari Lakukan Konservasi di Kawasan Gunung Ijen

BERITA SIKIA – Konsumsi jamu sebagai bentuk pencegahan dan pengobatan tradisional sudah menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia. Jamu umumnya terbuat dari bagian tanaman herba seperti rimpang, akar, daun, dan buah yang diolah dan diracik sesuai takaran. Dipasaran jamu dapat dijumpai dalam bentuk herba segar, kering, maupun ekstraksi. Uniknya konsumsi jamu yang berorientasi pada kebutuhan pasar berpengaruh pada keanekaragaman tanaman herba sebagai bahan dasarnya.

Masyarakat tentu tidak asing dengan rimpag kunyit, jahe, serai dan daun salam. Kelompok tanaman herba tersebut sangat mudah ditemui di pekarangan rumah, pasar tradisional, hingga pusat perbelanjaan modern dengan harga terjangkau. Hal ini dikarenakan tanaman tersebut  telah banyak dibudidaya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pasar.

Berbeda dengan tanaman cakar ayam (Selaginellaceae). Meski memiliki khasiat beragam, jarang masyarakat yang mengetahui tanaman tersebut sebagai bahan pangan. Masyarakat akan melupakan potensi keberadaan tanaman cakar ayam, yang mengakibatkan tanaman tersebut menjadi langka.

Tanaman Cakar ayam, Sumber : healty99.com

Melihat hal ini, BEM KM SIKIA UNAIR melalui PPK Ormawa yang diselenggarakan Kemendikbudristek membuat program konservasi tanaman obat langka di Kawasan Gunung Ijen. Program tersebut terselenggara atas kerjasama antara mahasiswa SIKIA Banyuwangi, Desa Tamansari, dan Ijen Geopark, kata Farhad Ulil selaku Wakil Presiden BEM KM.

Ulil mengungkapkan, bahwa kegiatan konservasi akan menggali potensi khasiat tanaman obat yang sudah ada. Nantinya akan dikembangkan kearah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain itu diadakan pula pelatihan pengolahan tanaman obat menjadi jamu kekinian, serta pelatihan digital marketing untuk memasarkan produk tersebut.

“Harapan kedepannya, keberlanjutan pada masyarakat sehingga dapat mandiri secara ekonomi, dan terbentuknya komikat konservasi yang selaras dengan ranah keilmuan SIKIA” kata Ulil

Saat ditemui disela sosialisasi PPK  Ormawa, Susy Katikana Sebayang, SP., Msc.,PhD. selaku pembimbing mengatakan bahwa pengembangan jamu dari tanaman obat yang sudah langka tidak melupakan aspek konservasi habitat ijen geopark. Konservasi menjadi penting agar keberadaan tanaman tersebut tidak punah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *