BERITA SIKIA – Mengakhiri minggu kedua bulan Agustus, kabar menggembirakan datang dari Airlangga Convention Center Kampus C Universitas Airlangga. Pasalnya, pada acara wisuda yang digelar ketiga kalinya tersebut, Rektor Universitas Airlangga meluluskan 451 mahasiswa di jenjang diploma hingga doktoral. 15 diantaranya adalah wisudawan jenjang sarjana dari Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA)
Pada prosesi wisuda tersebut, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak, selaku Rektor Universitas Airlangga memberikan penghargaan kepada mahasiswa dikategori wisudawan terbaik kepada Agista Zulfatiswada, S. K.M dari Program Studi Kesehatan Masyarakat. Penghargaan tersebut diberikan karna IPK mahasiswa yang akrab disapa Agis tersebut mencapai 3,86. Artinya ia lulus dengan indeks prestasi komulatif tertinggi di SIKIA.
Ditemui setelah serah terima ijazah, Agis menceritakan dengan bangga bahwa capaian yang ia peroleh saat ini berkat doa dan dukungan orang tua serta dosen pengajar SIKIA yang luar biasa. Mendidik dan memberikan ilmu dengan sabar dan ikhlas. Ia bahagia akhirnya perjuangan empat tahun kuliah dapat terselesaikan dengan baik.
Wisudawan asal Gresik tersebut membagikan pengalaman belajarnya SIKIA. Lingkungan kampus yang asri dan nyaman sangat mendukung proses belajar yang didapat dari dosen dan civitas akademik lain.
Tips lain yaitu mempelajari kembali materi pembalajaran yang didapat dikelas setelah perkuliahan selesai. Tidak menunda mengerjakan tugas dari dosen agar dapat terselesaikan dengan baik dan maksimal.
Agis menambahkan salah satu keseruan saat belajar mata kuliah favoritnya, Antropologi Gizi.
“Dari mata kuliah tersebut saya menjadi tahu bahwa banyak sekali kebudayaan dan kepercayaan masyarakat Indonesia terkait makanan. Makanan tidak hanya bermakna untuk memenuhi kebutuhan gizi harian manusia saja, namun bagi masyarakat Indonesia makanan menjadi berbagai macam simbol/ kepercayaan. Dari mata kuliah antropologi gizi juga saya mendapat ilmu serta pengalaman langsung dari masyarakat Indonesia karena dalam perkuliahan kami terjun langsung kepada masyarakat dan hal tersebut sangatlah menyenangkan”.
Sebagai wisudawan terbaik Agis berpesan untuk adik-adik tingkatnya agar mengerjakan sesuatu sesuai prioritas dan terus berproses untuk mewujudkan capaian.
“Berproges lah setiap hari entah hanya satu kalimat atau satu paragraf karena itu tetap menjadi sebuah progres, menjadi yang terbaik tidak harus menjadi nomer satu dan yang terpenting adalah jangan bandingkan pencapaianmu dengan pencapaian orang lain karena setiap orang mempunyai proses yang berbeda”. Ungkapnya
