BERITA SIKIA – Mewujudkan hadirnya program studi kedokteran di tanah Blambangan, ketersediaan bangunan untuk kegiatan perkuliahan menjadi salah satu prioritas utama.
Berdasarkan kesepakatan yang tertuang dalam forum perpanjanagan MoU antara Rektor UNAIR dan Bupati Banyuwangi, bahwa SIKIA akan mendapatkan hibah salah satu bangunan milik PEMKAB Banyuwangi yang terletak di dekat kampus Giri, Banyuwangi.
Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA), Prof. Dr. dr. Soetojo, Sp.U (K). bersama Wakil Direktur bidang non akademik SIKIA Dr. Mufasirin, Drh., M.Si. dan Direktur Sarana dan Prasarana Universitas Airlangga (UNAIR) Nugroho Sasikirono, S.E., MM. melakukan kunjungan ke Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) pada Kamis, 8 September 2022 untuk melakukan survey lokasi dan bangunan.
Diterima secara langsung oleh sekretaris BAPENDA Banyuwangi beserta staf lain, delegasi kunjungan dari UNAIR disambut baik dalam salah satu ruang rapat.
Sekretaris BAPENDA Banyuwangi, Firman Sanyoto menyampaikan dukungan dari setiap kebijakan dan keputusan pemerintah kabupaten Banyuwangi, salah satunya dengan penggunaan gedung BAPENDA sebagai bagian calon sarana perkuliahan program studi baru pada SIKIA UNAIR di Banyuwangi.
“Apapun keputusan pemerintah daerah Banyuwangi akan kami dukung. Salah satunya dengan menafaatkan Gedung BAPENDA ini ”, sebut Firman yang juga Alumni S-2 PSDM Universitas Airlangga dalam forum kunjungan tersebut.
Dalam sambutannya sebelum melakukan tour ruangan BAPENDA, Direktur SIKIA, Prof. Soetojo, dr., Sp. U (K) menyebutkan bahwa akan hadirnya program studi kedokteran akan merubah indikator pemenuhan kesehatan di Banyuwangi menjadi lebih baik.
“Sudah sejak lama kita akan menghadirkan prodi kedokteran di Banyuwangi, namun terkendala salah satunya adalah kebutuhan gedung. Sekarang kita didukung penuh oleh Pemkab Banyuwangi untuk pemenuhannya disini”, jelasnya.
“Harapannya dalam waktu yang singkat ini kita dapat cepat berbenah menunggu arahan selanjutnya dari Pemkab untuk dilakukan renovasi”, imbuhnya.

Direktur Utama SIKIA itu menyebut dengan program studi baru yang ditargetkan hadir di tahun akademik 2023/2024 ini akan memudahkan masyarakat banyuwangi mendapatkan pendidikan tinggi. Terutama pada bidang kesehatan manusia maupun kesehatan hewan.
“Agar masyarakat Banyuwangi tidak usah jauh-jauh lagi untuk ke Surabaya untuk mendapatkan pendidikan tinggi kesehatan, cukup dengan hadirnya program studi baru kedepannya”, tuturnya.
Setelah itu delegasi SIKIA UNAIR didampingi dengan BAPPENDA dipersilahkan melakukan sivitasi setiap ruangan yang ada di dalam maupun di sekitar lokasi tersebut. Untuk mendata secara detail kondisi kelayakan setiap sudut dan bangunan untuk kegiatan perkuliahan nantinya.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor : Choirun Nisa
