FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa Baru Tanda Tangani Kesepahaman Anti Diskriminasi Gender Pada VOD 2022

BERITA SIKIA – Mendukung terwujudnya kampus yang bebas dari dikriminasi gender, BEM-KM SIKIA UNAIR mengajak mahasiswa baru memahami arti gender. Viva Outer Division (VOD) hari ketiga yang terselenggara Minggu (11/0/2022) mengusung tema  “The importance of making changes in your self”. Pemaparan materi yang khusus mengangkat topic anti diskriminasi gender dalam lingkungan kampus.

Mahasiswa Baru 2022 terlihat antusias sebab permasalahan dikriminasi gender tengah menjadi perhatian yang hangat diperbincangkan.

Safanisa Alifia, pemateri sekaligus penggagas platform Ruang Kamu yang berfokus pada isu-isu keperempuanan, ruang keluh kesah, sekaligus wadah kontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan khususnya dalam hal diskriminasi gender.

Penandatanganan kesepahaman anti diskriminasi gender di selembar kain putih

Ia berpesan kepada seluruh mahasiswa baru SIKIA UNAIR 2022 bahwa anti diksiriminasi gender harus selalu digaungkan dan dikampanyekan kepada masyarakat luas. Saat ini tersedia banyak wadah untuk mensosialisasikan gerakan anti diskriminasi gender melalui social media maupun ruang obrolan dengan teman sejawat. Social media menjadi ruang ampuh yang dekat dengan masyarakat, terutama bagi generasi Z yang kreatif dan adaftif dengan teknologi.

Pada pemaparan materi diskriminasi gender, pemateri juga berpesan bahwa kepada siapapun korban yang mendapatkan pelecehan dalam bentuk apapun dapat berani untuk speak up kepada public atau berani melaporkannya kepada pihak yang berwenang.

Baca juga : Mahasiswa Baru SIKIA UNAIR 2022 Jadi Moderator? Siapa Takut

Menariknya, mahasiswa baru SIKIA UNAIR 2022 berkesempatan untuk mendukung berdirinya platform yang digagas oleh Safanisa Alifia untuk kesetaraan gender dengan cara menandatangani kesepahaman akan pentingnya platform ini berdiri dan pentingnya edukasi gender di Indonesia.

Sehingga diharapkan dari tema VOD hari ketiga, mahasiswa baru SIKIA UNAIR 2022 dapat melakukan perubahan akan dirinya sendiri untuk dapat lebih berkembang dari sebelum-sebelumnya baik dalam lingkup organisasi kemahasiswaan, digital investment, kesetaraan gender, hingga kesadaran peran mahasiswa sebagai agent of change.

Penulis : Ahmad Danang Sagita

Editor : Choirun Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *