FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Tingkatkan Kompetensi Bidang Parasitologi Akuatik, Dua Dosen SIKIA Ikut Serta Workshop di Malaysia

BERITA SIKIA – Dalam rangka meningkatkan kompetensi pengajar, Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga kembali mengikutsertakan dosen untuk mengikuti workshop. Pada Senin – Rabu (26-28/9/2022, Mohammad Faizal Ulkhaq, S.Pi., M.Si., dari Prodi Akuakultur, bersama Aditya Yudhana, drh., M.Si., dari Prodi Kedokteran Hewan SIKIA UNAIR, ikut serta dalam kegiatan “Workshop on Parasitology of  Aquatic Organism” yang diadakan di Institute of Tropical Aquaculture and Fisheries (AKUATROP), University of Malaysia Terengganu (UMT), Malaysia.

Materi workshop dibimbing langsung oleh Tim Parasitologi Research di bawah koordinasi Assoc Prof. Dr. Marina Hassan, peneliti UMT yang memiliki ketertarikan dibidang penyakit ikan liar dan budidaya / krustasea dengan mempelajari interaksi antara patogen dan inang, dan pathogenesis.

Pada workshop yang berlangsung tiga hari tersebut, peserta diajarkan prosedur persiapan pemeriksaan dan identifikasi parasit patogen pada ikan dan udang. Pertama, peserta diajarkan teknik pengambilan darah pada lobster air tawar. Setelah pengambilan sampel darah selesai, dilanjutkan dengan melakukan uji perhitungan total hemosit dan perhitungan diferensial sel darah untuk menentukan status kesehatan hewan yang diperiksa.

Pengambilan sampel darah lobster air tawar (kiri), proses identifikasi dan pembuatan preparat parasit (kanan)

Di dunia akuakultur, parasite adalah salah satu penyebab penyakit ikan yang menyebabkan kegagalan budidaya. Ilmu parasitology akuatik berperan memperkecil potensi kegagalan selama proses budidaya hingga menghasilkan produk perikanan yang berkualitas.

Di bidang veteriner, penelitian tentang parasit pada berbagai jenis hewan akuatik sangat jarang dieksplorasi. Padahal banyak sekali penyakit parasitik yang berdampak langsung pada kesehatan hewan akuatik seperti ikan, amfibi, reptil, dll. Aditya menjelaskan, identifikasi parasite dapat membantu peneguhan diagnosa penyakit oleh dokter hewan.

“Sebagai dokter hewan, sebelum melakukan pengobatan kita wajib melakukan diagnosa, dan diagnosa agen parasit ini bisa diteguhkan jika proses identifikasi parasit sudah dilakukan dengan tepat, hal itulah yang ditekankan pada Workshop kali ini” Ujar Aditya

Faizal juga senang mendapat pengetahuan dan skill baru tentang pemeriksaan ikan yang terinfeksi parasit, cara preparasi hingga identifikasi parasit. Terlebih lagi, dua dosen SIKIA tersebut juga mendapat koleksi preparat parasit baru yg didapatkan dari hasil preservasi pada saat workshop.

Diharapkan, pengetahuan yang didapatkan bisa diajarkan dan diterapkan saat perkuliahan, praktikum, dan penelitian. Sehingga terjadi proses transfer knowledge kepada mahasiswa pada saat kuliah di SIKIA UNAIR

Penulis : Nadya Ashila Afandik

Editor Choirun Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *