BERITA SIKIA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh tiga mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam Universitas Airlangga. Mereka adalah Azhar Burhanuddin, Gusti Ayu Illiyin Putri Santosa, dan Muhammad Fikri Syamsuri. Final lomba karya ilmiah yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada pada Sabtu (5/11/2022) membawa tema “Upaya Pencegahan Zoonosis dan Penguatan Kesehatan Global secara Masif melalui Kesehatan Hewan yang Progresif” . Ketiga mahasiswa tersebut berhasil membawa pulang Juara 2 dengan mengusung gagasan berupa aplikasi DOKSAPI (Dokter Sapi).
Azhar yang juga ketua tim penelitian menjelaskan bahwa aplikasi tersebut merupakan aplikasi integrasi antara telemedicine dan rekam data. DOKSAPI dapat menghubungkan antara peternak dan dokter hewan. Mahasiswa angkatan 2021 tersebut menyebutkan cara kerja dari aplikasi DOKSAPI sama seperti aplikasi telemedicine pada umumnya, namun aplikasi ini lebih terfokus pada peternak sapi. Dokter hewan juga dapat melihat catatan riwayat kesehatan pada hewan ternak tersebut sehingga dapat menentukan cara yang paling tepat dalam pengobatan hewan ternak sapi, tambahnya.

Azhar menjelaskan tujuan dari diciptakannya aplikasi DOKSAPI adalah memudahkan komunikasi antara peternak dan dokter hewan. Selain itu juga memudahkan pemantauan gejala klinis sapi dilingkup peternakan yang mungkin terindikasi atau terjangkit infeksi zoonosis, sehingga dokter hewan dapat segera melokalisir area peternakan tersebut.
Fitur utama yang terdapat dalam aplikasi tersebut adalah telemedicine dengan merekomendasikan dokter hewan terdekat untuk penanganan darutat, rekam medis kesehatan ternak, status kesehatan peternakan, hingga apotek obat ternak yang dapat dimanfaatkan peternak ketika mengalami kesulitan membeli obat-obatan untuk ternak.
Beberapa kesulitan lebih kepada pembagian waktu antar anggota saat persiapan presentasi. Har tersebut dikarenakan setiap anggota memiliki kesibukan diluar kegiatan penelitian tersebut. Kesulitan tersebut tidak menjadi kendala untuk kelompok ini untuk menang.
“Tapi overall aman, karena ide ini juga pengembangan dan penyempurnaan ide dari kompetisi sebelumnya yang belum mendapatkan predikat juara” Ucap Azhar.
Dia berharap aplikasi ini dapat dikembangkan ke tahap selanjutnya dan mungkin dapat mengintegrasikannya kesistem layanan pencatatan ternak yang telah dikembangkan oleh Kementerian Pertanian.
Penulis: Islah Istiqomah
Editor: Acn
