FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

PENGMASNAS 2022 IMAKAHI Telah Menyuntikkan Sekitar 1500 Dosis Vaksin PMK pada Kambing di Desa Telemung, Kalipuro, Banyuwangi.

BERITA SIKIA – Program studi kedokteran hewan SIKIA Universitas Airlangga melalui Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) dan IMAKAHI PC UNAIR berkesempatan menjadi tuan rumah salah satu event terbesar dari Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia yakni Pengabdian Masyarakat Nasional 2022.

Pembukaan tanggal 25 November 2022 siang ini menjadi tanda mulainya rangkaian acara kegiatan yang mengangkat tema “Semangat Mahasiswa dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Ternak dan Pencegahan PMK pada Kambing di Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur”.

Kegiatan dihadiri mahasiswa kedokteran hewan dari berbagai universitas di Indonesia seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Wijaya Kusuma, Universitas Brawijaya, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Udayana.

Dok: Gusti

Raffael Darrel Juliano selaku ketua pelaksana kegiatan ini berpesan agar mahasiswa kedokteran hewan nantinya bisa belajar banyak dan bisa menjadi dokter hewan yang handal dimasa depan melalui kegiatan nyata ini.

Mewabahnya PMK tahun ini diharapkan menjadi kesempatan bagi mahasiswa kedokteran hewan berperan membantu menanggulangi penyakit tersebut.  Menjadikannya salah satu ajang memberri manfaat lebih bagi masyarakat sekitar.

Diranah keprofesian PDHI menyampaikan bahwa pengabdian masyarakat adalah bagian dari tri dharma pendidikan. Ada 6 kompetensi yang harus dicermati sebagai calon dokter hewan yang nantinya berpraktek.

“6 kompetisi dokter hewan harus dicermati baik dari attitude, skill,knowladge, responsibility, accountibility, dan experience perlu dilatih dan dapat dilatihnya melalui program pengabdian masyarakat seperti ini” Ujar ketua PDHI Jatim, drh. Risa Isna Fahziar.

Pembekalan kegiatan pengabdian masyarakat disampaikan oleh drh Yuli Darmawan selaku dokter hewan  Puskeswan Kalipuro. Beliau menjelaskan cara teknik handling dan restrain ternak khususnya kambing ketika memberikan vaksin maupun vitamin. Kambing dipilih karena merupakan hewan yang mayoritas diternak oleh masyarakat, terutama kambing jenis kacang dan peranakan etawa (PE).

Handling merupakan upaya mengendalikan hewan dengan tangan kosong atau tanpa alat bantu sementara restrain merupakan upaya pengendalian hewan menggunakan alat bantu. Dalam penerapannya handling dan restrain harus mengikuti kaidah animal walfare atau kesejahteraan hewan.

Mahasiswa juga dibekali cara vaksinasi khususnya cara menyuntik intra muscular, manajemen kandang, dan kesehatan ternak kambing. Ilmu tersebut menjadi bekal materi yang dapat disampaikan kepada peternak saat melakukan vaksinasi.

Sehari kegiatan Pengmasnas telah menyuntikkan sekitar 1500 dosis vaksin PMK pada kambing di Desa Telemung.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Acn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *