FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Potensi Larva Lalat Tentara Hitam Sebagai Bahan Pakan

BERITA SIKIA – Prodi Akuakultur SIKIA Universitas Airlangga kembali menyelenggarakan kuliah tamu pada Jumat (25/11/2022) secara hybrid. Kuliah dihadiri oleh 148 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan sejumlah dosen Akuakultur melalui ruang zoom dan Ruang Sidang Kampus SIKIA

Dr. Norhidayah Moch Taufek hadir sebagai pemateri dalam kuliah tamu tersebut. Beliau merupakan dosen senior institute of Biological Sciences (ISB) Fakultas Sains, University Malaya (UM). Memperoleh gelar D dari SB, UM pada tahun 2007 dengan spesialisasi penelitian nutrisi akuakultur. Selain mengajar beliau juga berkecimpung didunia penelitian dengan sejarah kerja yang ditunjukan dalam akuakuktur yang menggunakan endokrinologi reproduksi nutrisi ikan dan teknologi pakan akuakultur.

dok: juragan tambak

Larva serangga sebagai pakan

Pada pemaparannya, Dr. Norhidayah Moch Taufek mengenalkan larva lalat tentara hitam sebagai bahan pakan. Black Soldier Fly (BSF) merupakan jenis lalat yang berukuran tiga kali dari lalat biasa. Selain berguna untuk mengurangi dampak negatif dari penumpukan meterial organik di alam, larva BSF juga sangat baik dan ekonomis untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan hewan hias dan ternak. Produk Black Soldier Fly (BSF) pakan alternatif organik yang tinggi protein, baik dan aman untuk konsumsi hewan ternak.

Larva BSF dapat di daur ulang sebagai sumber protein dalam pakan ternak telah diujikan kebeberapa hewan seperti ikan, unggas, babi, dan kelinci. BSF mampu menghasilkan telur sebanyak 700-900 butir dan waktu 21 hari larva siap diolah.

Pentingnya pakan alternatif

Meningkatnya populasi manusia sejak 1950, tidak diimbangi dengan meningkatnya sumber daya membuat kebutuhan pangan semakin mengalami krisis. Di Asia, Indonesia berada di urutan ke 3 setelah India dan China yang memiliki keberagaman sumber daya alga dan hewan akuatik.

Faktor perkembangan akuakultur saat ini

Ketersediaan vaksinasi untuk pengendalikan penyakit, strain dan pakan yang berkualitas menjadi faktor yang berkontribusi terhadap pengembangan akuakultur. Selain itu, regulasi hukum yang dibuat pemerintah juga harus mendukung pelaku dan sumber daya akuakultur.

Pakan ikan alternatif dan tantangannya

Industri produk pakan ikan ada yang mengacu pada proses produk pertanian mentah. Pakan yang diproduksi oleh manufaktur diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hewan tertentu untuk spesies hewan yang berbeda pada tahap kehidupan yang berbeda. Beberapa jenis aquafeed alternatif:

  1. Protein nabati: biji minyak, sereal, kacang-kacangan
  2. Protein vertebrata: produk sampingan unggas, tepung darah, tepung bulu
  3. Mikroorganisme yang digunakan untuk produksi SCP: jamur, ragi, alga, bakteri
  4. Protein Invertebrata: serangga, polychaetes, krustasea

Beberapa faktor yang mempengaruhi pengembangan bahan pakan alternatif antara lain antara lain: biaya, palatabilitas (tingkat kelezatan) spesies, pasokan, komposisi dan kualitas, kinerja, tingkat inklusi, daya cerna nutrisi, daya tahan penyimpanan, bebas polusi dan bebas dari bahan yang membahayakan.

Kuliah ditutup dengan sesi foto bersama melalui ruang zoom. Muhammad Faizal Ulkhaq yang juga bertindak sebagai moderator berharap kedepannya dengan adanya kuliah tamu kemarin bisa membuka jalan untuk melakukan kolaborasi riset dan publikasi bagi dosen, serta melakukan pertukaran mahasiswa (student inbound atau outbound) yang dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa.

Penulis: Resty Oktavianingtyas Pratiwi

Editor: Acn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *