BERITA SIKIA – Bulan ramadhan menjadi momentum refleksi diri untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Salah satunya dengan cara melakukan rangkaian ibadah bersama dalam meningkatkan ukhuwah. Salah satunya Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) UNAIR Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan Tarawih dan Kajian Ramadhan Bersama Civitas Akademika. Bertempat di Aula SIKIA UNAIR Kampus Mojo, Banyuwangi, acara tersebut diikuti oleh keluarga besar SIKIA. Terdiri dari jajaran pimpinan, mahasiswa, tenaga pendidik, dosen serta keluarga yang turut hadir.
Dalam kesempatan tersebut juga hadir penceramah yang sekaligus menjadi imam sholat berjamaah yaitu Ustadz Herman El Lumbuky. Rangkaian acara dimulai dengan registrasi, menunggu waktu berbuka, sholat maghrib, buka bersama. Dilanjutkan dengan sesi kajian islami oleh Ustadz Herman El Lumbuky dan ditutup dengan rangkaian sholat tarawih.
Menjaga Konsistensi Kebaikan
Direktur SIKIA, Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp., U.(K) mengatakan biasanya awal ramadhan menjadi tonggak awal dalam memulai . Namun seiring berjalannya waktu, semangat tersebut kadang terus menurun akibat motivasi yang berkurang.
“Awal puasa biasanya rame, bersemangat untuk ibadah. Tapi kalo saat ini terus berkurang,” katanya dalam sambutan yang Guru Besar Urologi UNAIR itu sampaikan.
Dengan semangat meningkatnya pahala kebaikan di bulan penuh berkah ini. Harapannya konsistensi dalam berbuat kebaikan harus selalu dijaga kedepannya. Prof Soetojo juga berpesan kepada segenap tenaga pengajar untuk selalu memberikan yang terbaik dalam menyampaikan ilmu.
“Kebiasaan baik harus dipertahankan terus. Salah satunya dosen yang mengajar dengan semangat jangan sampai diturunkan,“ pesannya dalam kegiatan yang diselenggarakan Kamis (30/3/2023) petang tersebut.
Penceramah rohani, Ustad Herman El mengajak seluruh civitas akademika untuk lebih mengenal Allah SWT dan agama Islam lebih dalam. Selain dalam rangka menyempurnakan iman, juga menjadi pribadi yang lebih sehat dan produktif. Karena peran iman sebagai syarat mutlak diterimanya amal seseorang disisi tuhan adalah hal yang mutlak dilakukan.
“Tanpa Iman yang benar dan kokoh. Maka amalan yang dilakukan akan tertolak,” ungkapnya.
Diakhir ceramahnya, Ustad Herman mengajak seluruh civitas akademika SIKIA untuk meningkatkan rasa syukurnya. Sebab kita masih diberikan nikmat oleh Allah SWT dalam mengarungi kehidupan tanpa kurang apapun, termasuk nikmat sehat.
“Mari kita bersyukur karena betapa banyak orang beli barang mewah, tapi tidak membeli rumah tangga yang bahagia,” tutupnya.
Ibadah dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Tarawih berjamaah
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Acn
