FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

5 Asas Animal Welfare yang Wajib Kamu Kenali Sebelum Rawat Hewan Baru

Lebaran menjadi momen spesial bagi masyarakat di Indonesia. Salah satunya adalah dengan bentuk Tunjangan Hari Raya bagi karyawan dan pegawai dari berbagai instansi. Bagi sebagian masyarakat, Tunjangan Hari Raya (THR) yang didapatkan dapat dibelikan dengan kebutuhan tersier. Tak selalu harus barang mewah yang dapat dipakai, namun salah satu bentuk lainnya adalah hewan peliharaan. Kucing, Anjing, Kelinci, Marmut, Kura-kura dan hewan kecil lainnya seringkali diadopsi menjadi hewan peliharaan kesayangan sehabis hari raya Idul Fitri tiba.

Tingkatkan Mood Pemilik

Hewan peliharaan diyakini dapat menjadi media relaksasi bagi pemiliknya dengan menyerap hawa negatif dari orang disekitarnya. Tak hanya dari kondisi fisiknya yang dirasa imut dan menggemaskan, tingkah lucu dari hewan peliharaan dengan pemiliknya yang unik akan meningkatkan rasa bahagia.

Selain itu, pemilik hewan tak akan lagi merasa sendirian karena terdapat makhluk lucu yang dapat diajak berinteraksi. Walaupun tak dapat kita mengerti secara jelas, hewan akan melakukan komunikasi dengan orang disekitarnya. Bentuk komunikasinya dapat melalui gestur maupun suara yang dapat kita tangkap dengan indera tubuh manusia pada umumnya. Dengan komunikasi tersebut akan membuat mood dari pemilik hewan peliharaan akan senantiasa baik dibandingkan dengan orang yang termenung dalam kesendirian.

Kebutuhan Hewan Peliharaan Jadi 100% Tanggung Jawab Pemilik

Setiap keputusan yang dibuat  senantiasa diiringi dengan konsekuensi yang harus ditanggung. Hewan peliharaan dapat dikategorikan sebagai hewan domestikasi yang merubah sifat alamiahnya. Artinya seluruh bagian kebutuhan untuk terus mengarungi kehidupan dari hewan peliharaan untuk terus sejahtera dan hidup merupakan bagian tanggung jawab manusia sebagai pemiliknya. Oleh karena itu pemenuhan kesejahteraan hewan peliharaan menjadi sangat penting. Terutama dalam memastikan kondisi kesehatan hewan, baik secara fisik maupun mental. Dengan masih banyaknya penelantaran hewan peliharaan, hingga kini masih banyak masyarakat belum mengerti tentang pemenuhan kesejahteraan hewan secara layak. Sehingga masyarakat yang akan mengadopsi maupun membeli hewan peliharaan harus mengerti terlebih dahulu Animal Welfare atau lebih kita kenal dalam bahasa indonesia dengan kesejahteraan hewan.

Poin Animal Welfare Yang Harus Kamu Ketahui

Mengutip laman World Organisation for Animal Health, Animal Welfare merupakan segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia.

Terdapat beberapa poin animal welfare yang harus diketahui pemilik hewan peliharaan.

  1. Bebas dari rasa haus dan lapar (Freedom from hunger and thirst). Berarti hewan peliharaan harus tercukupi kebutuhan nutrisinya sesuai dengan umur dan jenis peliharaan tersebut. Ketersedian air juga harus selalu ada untuk minum agar tercegah dari dehidrasi.
  1. Bebas dari rasa ketidaknyamanan atau penyiksaan fisik (Freedom from discomfort). Dalam melakukan aktivitas kesehariannya, hewan peliharaan harus diberikan kondisi yang nyaman dan terbebas dari penyiksaan fisik. Hal tersebut untuk mengurangi sifat liar dan sulit diatur yang mungkin akan timbul dari kekerasan yang terjadi. Sehingga pada proses pelatihan hewan peliharaan yang diberikan harus mempertimbangkan bentuk hukuman yang akan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Pemilik juga dapat menggunakan jasa pelatih yang telah tersertifikasi untuk menghindari bentuk kekerasan berlebih yang membuat hewan mudah stres.
  1. Bebas dari rasa sakit, cedera dan penyakit (Freedom from pain, injury and disease). Tentu saja kesehatan merupakan tonggak kehidupan untuk dapat beraktivitas secara normal. Karena hewan peliharaan dengan kehidupan manusia, maka mereka juga harus senantiasa dijaga kesehatannya. Terdapat potensi penyebaran zoonosis dari hewan ke manusia maupun sebaliknya yang dapat mengganggu kesehatan pemilik dan peliharaannya. Sehingga tindakan pemenuhan dan perawatan juga perlu dipantau oleh dokter hewan tersertifikasi.
  1. Bebas untuk mengekspresikan perilaku alamiah (Freedom to express normal behaviour). Hewan tak boleh terkekang dengan terbatasnya perilaku alamiah yang mereka miliki. Sehingga sebelum kita mengadopsi, alangkah baiknya kita melakukan observasi terhadap perilaku mereka secara alamiah. Sehingga dapat menentukan kondisi kandang yang sesuai dengan kebutuhan ekspresi alamiahnya.
  1. Bebas dari ketakutan dan rasa tertekan (Freedom from fear and distress). Hewan peliharaan harus bebas dari rasa takut, baik dari predator disekitarnya maupun setiap tekanan dari pemilik hewan peliharaan. Sebisa mungkin hindari kekerasan dan bentakan yang membuat hewan berada dalam kondisi ketakutan berlebih. Selain dapat menjadikan stres bagi hewan tersebut, namun juga memberikan efek negatif dengan menurunnya tingkat interaktif dan ekspresi yang diberikan olehnya.

Hal Yang Harus Kita Lakukan

  1. Lakukan Pemberian Makan dan Minum yang Terkontrol, Tepat dan Terjadwal. Untuk memenuhi nutrisi anabul kesayangan kita, perlu diperhatikan pemberian makan dan minum mereka secara tepat. Baik secara kualitas maupun kuantitas pakan yang diberikan. Kondisi kekurangan makanan akan menyebabkan malnutrisi, sedangkan pemberian makanan berlebih membuat anabul menjadi kesulitan bergerak akibat obesitas. Selain itu mengatur jadwal pemberian pakan sangat penting untuk menjaga stabilitas kesehatan dan stres yang mengganggu metabolisme tubuhnya. Pemilik juga dapat memilih jenis makanan yang tepat dengan berkonsultasi dengan dokter hewan.
  1. Berikan Kandang dan Ruang yang Sesuai. Jika hewan peliharaan ditempatkan di kandang, maka ukuran dan bentuk kandang perlu disesuaikan untuk memberikan kesempatan hewan untuk dapat menggerakkan alat geraknya secara sempurna. Terutama dalam mengakomodasi posisi duduk, tidur, berputar dan berguling. Sebisa mungkin hewan dapat dilepaskan pada kondisi waktu tertentu agar dapat menggerakkan alat geraknya secara maksimal dan terhindar dari kondisi kesulitan bahkan matinya alat gerak.
  1. Periksa kesehatan hewan Secara Rutin di Dokter Hewan. Untuk memastikan kesehatan hewan peliharaan yang dimiliki. Hendaknya pemilik memeriksakan hewannya secara rutin pada dokter hewan dalam 6 bulan hingga setahun sekali. Pemilik juga wajib memahami gejala sakit yang terjadi pada hewan, sehingga dapat menentukan waktu yang tepat untuk memeriksakan hewan peliharaannya. Selain itu, vaksinasi wajib harus dilakukan sesuai dengan arahan dokter hewan untuk memberikan perlindungan maternal pada tubuh hewan peliharaannya.
  1. Ajak Bermain Hewan Peliharaan. Hewan peliharaan juga memerlukan interaksi dengan pemiliknya agar dapat memiliki hubungan yang lebih mendalam dan saling mengenali karakteristik masing-masing. Hewan peliharaan juga memiliki kondisi mood yang dapat mengakibatkan lesu akibat minimnya interaksi dengan sesama hewan maupun orang. Beberapa cara dapat dilakukan pemilik untuk bermain dengan hewan peliharaannya. Pemilik bisa mengajak hewan peliharaannya untuk jalan-jalan santai menggunakan tali maupun memberikan alat permainan untuknya. Bahkan pemilik mengajak mengobrol atau menatap matanya saja akan membuat hewan peliharaan merasa diperhatikan.

Dengan terpenuhinya kesejahteraan hewan peliharaan, maka akan selaras juga dalam mewujudkan kesehatannya. Kondisi optimal dalam mensejahterakan manusia lewat hewan, Manusya Mriga Satwa Sewaka

Penulis: Azhar Burhanuddin (Mahasiswa S1-Kedokteran Hewan SIKIA)

Editor: Acn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *