FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Ekstrak Daun Bangkal (Nauclea subdita) Ampuh Lawan Bakteri Septicemia Ikan Lele

Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp.) merupakan jenis ikan lele air tawar yang mudah untuk dibudidayakan. Menurut Rakhfid dkk (2020), ikan ini tergolong memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi pada kolam dengan suhu yang panas dan kadar DO (Dissolved Oxygen) yang rendah. Selain itu, ikan ini tidak mementingkan nilai palatabilitas pakan yang diberikan sehingga tidak menyulitkan pembudidaya. Alasan ini membuat ikan Lele Sangkuriang menjadi opsi terbaik bagi para petambak air tawar.

Namun, tak lepas dari permasalahan parasit atau bakteri merugikan yang selalu menjadi momok menakutkan bagi para petambak, salah satunya bakteri Aeromonas atau dengan nama latin Aeromonas hydrophila sebagai dalang penyakit Motile Aeromonas Septicemia.  Menurut Prayitno (2014),  penyakit MAS tersebut menyebabkan gejala-gejala klinis seperti:

  1. Sirip rusak dengan disertai bintik-bintik merah karena pendarahan akan menyebabkan ikan sulit berenang atau tidak motil, sehingga ikan akan cenderung tidak aktif dan susah menggapai makanan.
  2. Terdapat luka-luka pada permukaan tubuh ikan dan akan mengeluarkan darah tatkala sudah parah
  3. Mengalami pendarahan pada insang
  4. Perut membesar berisi penumpukan cairan (oedema)
  5. Sisik ikan mulai tanggal satu per satu
  6. Apabila dilakukan pembedahan maka akan terlihat kerusakan histopatologis pada jaringan pengusun hati, ginjal dan limfa

Aeromonas hydrophila merupakan bakteri gram negatif yang bersifat oportunistik dan dapat menyebabkan kematian ikan dalam waktu yang sangat singkat hingga mencapai 80-100% (Muslikha dkk, 2016). Bakteri ini merugikan bagi seluruh biota air tawar dengan lingkungan yang mendukung, seperti; kepadatan yang terlalu tinggi, rendahnya asupan nutrisi dan rendahnya kandungan oksigen terlarut (Anggraini dkk, 2016). Sebagian besar ikan yang terserang bakteri ini akan mengalami gejala patologis seperti hemoragi yakni keluarnya darah dari rongga pembuluh darah karena sifat patogenesitasnya yang tinggi, itulah mengapa ikan akan mengalami penurunan hematokrit (kadar sel darah merah) secara berangsur yang menyebabkan proses metabolisme tubuhnya terganggu (Aisiah dkk, 2015).

Berdasarkan penelitian dari Aisiah dkk (2015), salah satu cara penanggulangan yang aman untuk mengobati ikan yang terdampak bakteri Aeromonas adalah dengan menggunakan ekstrak daun bangkal (Nauclea orientalisi) sebagai pakan atau teknik pengobatan oral pada ikan yang terinfeksi. Memanfaatkan tanaman obat terbukti sangat efektif dalam mencegah dan menyembuhkan penyakit. Zat bioaktif yang terkandung dalam tanaman bangkal seperti anthraquinone berguna sebagai anti bakteri dan anti jamur sampai ke antioksidan khususnya melawan pathogen Aeromonas. Teknik pemberian obat herbal secara oral dinilai cukup efektif karena tidak akan menyakiti ikan dan ketiadaan zat kimawi dalam kandungan obatnya.

Para petambak Lele menilai pemberian obat secara oral yang dilakukan pada pemeliharaan Ikan Lele Sangkuriang yang terinfeksi Aeromonas, memiliki dampak nyata pada peningkatan hematokrit secara signifikan dari hari ke hari. Peningkatan nilai hematokrit ini menandai status kesehatan ikan juga meningkat.

Dengan memanfaatkan kandungan zat aktif alami (antibiotik alami) pada bahan herbal diharapkan mampu untuk menggantikan fungsi antibiotik sintetis namun tidak meninggalkan residu yang berimplikasi pada penurunan keberlanjutan kegiatan budidaya ikan secara umum. Mengkonklusikan bahwa penggunaan ekstrak daun bangkal cukup efektif untuk mengobati ikan Lele Sangkuriang yang terserang Aeromonas, sekaligus mengurangi penggunaan obat kimiawi pada ikan yang dapat menyakiti jaringannya dari waktu ke waktu.

Penulis: Dhea Puspita Hakim (Mahasiswa S-1 Akuakultur SIKIA)

Editor: Acn

Daftar Pustaka

  • Aisiah, S., Zain, M. A., & Rahmawati, H. 2015. Peningkatan Nilai Guna Daun Bangkal (Nauclea orientalis) terhadap Kesehatan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp). In Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Akuakultur Indonesia 2013.
  • Anggraini, R., Aliza, D., & Mellisa, S. 2016. Identifikasi bakteri Aeromonas hydrophila dengan uji mikrobiologi pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang dibudidayakan di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar (Doctoral dissertation, Syiah Kuala University).
  • Muslikha, M., Pujiyanto, S., Jannah, S. N., & Novita, H. 2016. Isolasi, Karakterisasi Aeromonas hydrophila dan Deteksi Gen Penyebab Penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) dengan 16S rRNA dan Aerolysin pada Ikan Lele (Clarias sp.). Jurnal Akademika Biologi, 5(4): 1-7.
  • Prayitno, S. B. 2014. Patogenisitas Aeromonas hydrophila yang diisolasi dari Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang berasal dari Boyolali. Journal of aquaculture Management and Technology, 3(2): 11-17.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *