FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Mahasiswa Akuakultur SIKIA UNAIR Belajar Formulasi Nutrisi Pakan bersama Peneliti eFishery

BERITA SIKIA – Selasa (09/05/2022). Kebutuhan pakan dalam budidaya perikanan merupakan hal krusial yang penting diperhatikan. Pakan diperlukan guna memenuhi kebutuhan nutrisi ikan selama proses budidaya agar tumbuh optimal dan berkelanjutan.

Program Studi Akuakultur Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam Universitas Airlangga mengundang dosen praktisi  Priyandaru Agung E. T. S.Pi. MP., dalam kuliah Teknologi Pakan Ikan yang diikuti oleh mahasiswa semester 6. Priyandaru merupakan peneliti akuakultur dari eFishery yang berfokus dibidang teknologi pakan ikan dan manajemen kualitas air. Kuliah tamu didampingi dosen Divisi Nutrisi Ikan, Hapsari Kenconojati S. Si., M. Si.

Priyandaru menyebut 70% pengeluaran dalam budidaya perairan ditujukan untuk kebutuhan pakan. Oleh karena itu pembudidaya harus mengetahui dan memiliki inovasi formulasi pembuatan pakan sendiri. Penyusunan formulasi bertujuan memperoleh nutrisi yang diperlukan ikan dan jumlah perbandingan untuk pertumbuhan optimal ikan.

Formulasi kebutuhan pakan ikan dapat dihitung menggunakan Microsoft Excel yang telah disediakan. Perhitungan formulasi diawali dengan menentukan komposisi kimia bahan baku pakan ikan yang akan digunakan, meliputi protein, lemak, serat, abu BETN dan energi serta harga bahan baku. Penentuan kompisisi bahan kimia tersebut dapat bermanfaat dalam mengetahui kebutuhan pakan yang akan digunakan dan mengetahui harga per Kg pakan

Lihat Juga :

Kuliah tamu semakin menyenangkan saat praktik pembuatan pakan ikan bentuk pelet. Peneliti yang akrab dipanggil Pak Ndaru mengawali pembuatan pakan dan diikuti oleh mahasiswa yang mengikuti kuliah. Alat dan bahan yang digunakan juga mudah didapatkan seperti tepung ikan, tepung terigu, bumbu/ perasa, wadah, timbangan, dan cetakan.

Formulasi pakan pada Microsoft excel juga digunakan dalam penentuan kandungan asam amino dalam bahan baku pakan. Sehingga akan diketahui kadar asam amino tertinggi dalam bahan baku pakan yang akan digunakan

Keberadaan bumbu/ perasa dalam pembuatan pakan berfungsi sebagai atraktan yang menimbulkan daya tarik makan ikan. Semua bahan yang sudah ditakar dicampur air dan diaduk perlahan hingga menjadi adonan kalis. Selanjutnya adonan dicetak membentuk bulatan kecil-kecil dan dioven hingga kering.

Pak Ndaru menekankan, untuk mendapatkan pakan yang bagus membutuhkan kesetimbangan antara bahan baku yang baik, kesesuaian formulasi, dan alat yang mumpuni. Bahan baku yang ada diayak terlebih dahulu agar lebih halus dan tidak tercecer saat pencetakan. Air yang ditambahkan juga sebaiknya tidak terlalu banyak, agar teksturnya bagus dan mudah dicetak. Pilih pisau penggiling ukuran kecil supaya adonan tidak menempel saat proses cetak.

Tidak hanya memberi materi tentang pakan, Pak Ndaru tidak lupa menjelaskan bagaimana dampak sisa pakan yang mengendap diperairan. Pakan yang tidak dimakan terakumulasi menjadi bahan organik bersama fases ikan dan menghasilkan amonium. Amonium dalam kadar berlebih inilah yang mengakibatkan kondisi perairan beracun. Dampak ini tentunya merugikan pembudidaya karena ikan yang hidup didalamnya rentan mengalami stress yang menghambat tumbuh kembang, hingga berujung kematian.

Diakhir kuliah, pemateri memberi beberapa pertanyaan sekaligus reward yang menarik antusiasme 40 mahasiswa yang mengikuti kelas.

Penulis: Leni Mei Ristin

Editor: Acn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *