KABAR FIKKIA – Mahasiswa PKL 03 Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan kegiatan advokasi hasil pemetaan kepemilikan jamban dan identifikasi wilayah risiko diare di Desa Banjar. Kegiatan bertujuan untuk memberikan rekomendasi kepada pemangku kebijakan desa terkait langkah-langkah strategis yang perlu diambil guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Adapun pemangku kebijakan yang hadir antara lain Kepala Desa Banjar, Kepala Dusun se-Desa Banjar, perwakilan Puskesmas Licin, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa Banjar pada Senin (03/02/2025). Advokasi dilakukan berdasarkan temuan survei pemetaan yang dilakukan selama Januari 2025.
Pemaparan Hasil Survei
Hasil survei menunjukkan kondisi jamban di Desa Banjar menunjukkan adanya 99 rumah tanpa jamban dan 107 rumah yang masih melakukan aktivitas di sungai. Hasil pemetaan juga mencatatkan 29 titik MCK yang tersebar di sungai. Data ini diolah menggunakan aplikasi QGIS untuk menghasilkan visualisasi peta persebaran rumah tanpa jamban di Dusun Krajan, Rembang, Salakan, dan Putuk.

Kesepakatan yang berhasil dicapai saat advokasi antara lain Pemerintah Desa sepakat memberikan bantuan penyediaan jamban pribadi serta pembangunan septic tank komunal bagi masyarakat yang belum memiliki fasilitas jamban. Selain itu, segera dibangun fasilitas jamban umum di lokasi-lokasi MCK yang berada di sungai, untuk mengurangi risiko kesehatan akibat penggunaan sungai sebagai tempat buang air.
Penting juga untuk mengaktifkan kembali Peraturan Desa yang melarang aktivitas di sungai dan pembuangan tinja ke Sungai. Khususnya bagi masyarakat yang sudah memiliki jamban mandiri. Perhatian khusus juga diberikan kepada lansia miskin yang tinggal sebatang kara dan rumah tidak layak huni. Keputusan diambil untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh akses fasilitas jamban yang layak.

Keberlanjutan program menjadi fokus POKJA SEHAT Desa Banjar. Penting melakukan pemantauan dan pembaruan data secara berkala untuk memastikan kondisi sanitasi terus membaik. PKK POKJA 3 Desa Banjar mendukung pengembangan produk yang dapat meningkatkan kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif bagi kesehatan masyarakat di Desa Banjar, khususnya dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan terkait kesehatan dan sanitasi.
Kebijakan Berdasarkan Analisa Data
Aenul Ropik, Sekretaris Desa Banjar, mengungkapkan apresiasi atas kegiatan advokasi ini. Menurutnya, pemerintah desa sangat terbantu dalam mendapatkan update data mengenai jambanisasi.
“Ini juga memberikan dasar yang kuat bagi kami dalam membuat keputusan dan kebijakan untuk peningkatan kesehatan masyarakat yang lebih baik di desa kami”. Ujar Ropik saat advokasi.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGspoin ke-3 Good Health and Well-Being dan poin ke-6 Clean Water and Sanitation.
Penulis: Muhammad Ridwan
Editor: Avicena C. Nisa
