FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

AIRVENTURE 2024 Belajar Pelestarian Penyu di Kampus FIKKIA

KABAR FIKKIA – Airlangga Adventure (AIRVENTURE) merupakan salah satu acara yang diselenggarakan oleh Airlangga Global Engagement (AGE) Universitas Airlangga. Tahun ini AGE kembali menggandeng Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) mengeksplor keindahan bumi Blambangan. Airventure diikuti oleh seratus mahasiswa inbound untuk melaksanakan program pelestarian penyu dan lingkungan selama tiga hari kedepan. Airventure diadakan di Banyuwangi bertujuan sebagai pembelanjaran konservasi lingkungan, khususnya penyu. Sehingga melatih kepekaan dan kepedulian diri terhadap kelestarian lingkungan

Belajar pelestarian penyu di kampus konservasi

Peserta mengawali kegiatan pertama pada Jumat (30/8/2024) dengan menanam terumbu karang di Pantai Bangsring. Terumbu karang berhasil ditanam kemudian diletakkan ke dasar laut Selat Bali di kedalaman 5-10 meter. Mereka beramai ramai menikmati keindahan biota laut tropis yang tidak ditemui dinegaranya. Mahasiswa Douglas Collage Kanada Colton Andrea mengungkapkan, berenang bersama ikan hiu memberi kesan luar biasa. Ini adalah pengalaman pertama, dan menurutnya hiu adalah makhluk yang cantik

Penanaman terumbu karang di Pantai Bangsring

Kedokteran Hewan FIKKIA telah lama mengusung konsep pelestarian hewan liar sebagai salah satu program unggulan fakultas. Berbagai program dan kegiatan konservasi telah dilakukan kampus FIKKIA bersama masyarakat Banyuwangi. Program tersebut antara lain AICONVAS, APHONICS, NYUBRIK, dan WUACD Exchanges, keanekaragaman taman nasional dan keanekaragaman budaya di Banyuwangi.

Hari selanjutnya, Sabtu (31/8/2024) peserta Airventure mendapat pembekalan tentang dunia konservasi penyu.  Dokter hewan Aditya Yudhana, M.Si. memberi pembekalan jenis-jenis penyu yang ada di Banyuwangi, habitat, siklus hidup, dan peran penyu di lautan.  

Baca juga: Rekomendasi Tempat Konservasi di Banyuwangi yang Cocok untuk Penelitian Satwa Liar

Sosialisasi mengenai upaya pelestarian penyu lekang. Sumber: Penulis

Penyu berperan penting sebagai penyeimbang kehidupan biota laut. Hingga saat ini populasi penyu masih dalam status terancam punah. Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti perburuan, pembuangan sampah ke laut, habitat bertelur hilang karena kerusakan pantai, dan jual-beli telur penyu untuk dikonsumi.

Sebuah upaya kolaborasi yang dilakukan FIKKIA dengan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) untuk melestarikan penyu dengan menemukan inovasi inkubator buatan bernama INTAN BOX. Melalui INTAN BOX, tukik dapat menetas dengan suhu dan kelembapan yang sesuai. Selain INTAN BOX, terdapat pula SARI BOX yang berguna untuk merawat tukik yang memiliki kelanian kuning telur pasca menetas. Pesisir utara hingga selatan Banyuwangi merupakan tempat strategis penyu untuk bertelur.

Saat ini pelestarian dan pelepasan tukik dapat dilakukan di beberapa pantai di Banyuwangi, salah satunya Pantai Boom Marina. Sebanyak 300 ekor tukik jenis Penyu Sisik dan Lekang yang dirilis oleh peserta AIRVENTURE. Peserta sangat antusias untuk segera meriliskan tukik-tukik

 “Ini kali pertama dalam hidup saya melihat dan melepaskan penyu, saya harap dia terus hidup dan kembali ke sini untuk bertelur” ucap Irsyad mahasiwa Universitas Kebangsaan Malaysia

Seluruh peserta AIRVENTURE berfoto bersama dengan latar belakang Selat Bali. Sumber: Penulis

Hari ketiga kegiatan AIRVENTURE di Banyuwangi, diakhiri dengan mengunjungi Pulau Merah. Pulau merah merupakan destinasi wisata yang terkenal dengan keindahan matahari terbenamnya. Harapannya kegiatan ini dapat menjadi sarana mahasiswa, instansi, maupun pihak terkait untuk menambah ilmu pengetahuan dan membangun kerjasama.

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-14 Life Below Water, ke-15 Life on Land dan ke-17 Partnership for the Goals

Penulis: Hanifa Khansa Khairunnisa

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *