FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Aksi Hebat Bersih Pesisir Pulau Santen

Peserta aksi memisahkan sampah organik dan non-organik yang berada di pantai

Kabupaten Banyuwangi merupakan daerah yang terletak diujung pulau jawa dengan luas wilayah sekitar 5.782,50 Km2 . Mengutip dari Kementerian Perikanan dan Kelautan, Banyuwangi memiliki panjang garis pantai sekitar 157,8 Km. Berbatasan langsung dengan Selat Bali di sebelah Timur dan Samudera Indonesia di sebelah Selatan, membuat Banyuwangi memiliki potensi perikanan dan hasil laut utama di Jawa Timur. Selain melihat potensi perikanan yang tinggi, adapun tantangan yang sedang dihadapi masyarakat pesisir saat ini. Salah satunya adalah permasalahan sampah.

Melihat hal tersebut, Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga (Unair) mengadakan Aksi Bersama Bersih Pantai dan FGD “Revitalisasi Pesisir Pulau Santen Melalui Program Pengelolaan Sampah Pantai” pada Sabtu (26/03/22) di kawasan pesisir pantai Pulau Santen, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi.

Berita terkait : Revitalisasi Pesisir Pulau Santen Melalui Program Pengelolaan Sampah Pantai

Lokasi Pulau Santen dipiliih karena merupakan salah satu muara yang ada di perairan Timur Banyuwangi, sehingga berisiko menerima sampah yang datangnya tidak hanya dari perairan Selat Bali, melainkan juga dari sampah domestik yang ikut terbawa bersama aliran sungai. Kawasan muara yang menjadi hilir kerap menjadi tempat akhir berkumpulnya sampah yang terbawa aliran sungai dari hulu.

Acara yang diselenggarakan sejak pukul 05.00 WIB tersebut dihadiri oleh Direktur SIKIA Unair Prof. Dr. Soetojo, dr. Sp.U. (K). sivitas akademik SIKIA Unair, DANDIM, KODIM, Lurah Karangrejo, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), petugas instansi dinas terkait, sejumlah siswa perwakilan sekolah, serta mahasiswa dari perguruan tinggi di Banyuwangi.

Prof. Dr. Soetojo, dr. Sp.U. (K). berharap dengan adanya aksi bersama bersih-bersih pantai Pulau Santen kali ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar menjaga kebersihan.  Apabila pantai bersih dan sehat berimbas pada meningkatnya wisatawan yang datang. Nelayan tidak lagi pergi jauh untuk menangkap ikan karena ekosistem perairan yang bersih dan sehat akan mengundang banyak ikan maupun satwa akuatik datang mencari makan dan berkembang biak. Aktifitas pariwisata juga berkembang dengan keindahan pantai yang estetis, bersih dan sehat. Peningkatan kualitas ekologi bisa berdampak positif pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *