FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Alasan Mudah Mengantuk Saat Berpuasa

KABAR FIKKIA – Puasa bulan Ramadan sering kali diiringi dengan rasa ngantuk yang berlebihan terutama di siang hari. Tentu hal tersebut dapat mengganggu produktivitas sehari-hari. Menurut dosen Program Studi Kedokteran Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi yaitu dr. Kurnia Alisaputri., Sp.PD. menyebut rasa kantuk saat puasa akibat energi yang tidak berfokus disistem kerja otak. Mulai dari kenyang berlebihan, kurang istirahat, hingga minim gerak.

Makan Berlebihan Membuat Ngantuk Berat

dr Kurnia Alisaputri SpPD

Beberapa orang berpendapat setelah makan porsi besar selepas berbuka puasa atau sahur. Benar, hal tersebut dapat terjadi karena konsumsi makanan berlebihan dapat menyebabkan asupan energi dan oksigen dalam otak terhambat. Darah yang kaya oksigen dan nutrisi akan lebih banyak dialirkan ke sistem pencernaan terlebih dahulu dibandingkan ke otak. Sehingga menyebabkan rasa kantuk berlebihan. Itulah alasan dibalik makan dalam porsi besar dan berat saat berbuka membuat tubuh terasa lebih cepat lelah.

Makanan yang dikonsumsi saat sahur juga berperan besar menyongsong hari dengan penuh energi. Saat sahur pilihlah jenis makanan cukup kalori agar tidak menyebabkan lonjakan energi sesaat yang akan diikuti rasa lemas hingga mengantuk. Makanan yang direkomendasikan memiliki kriteria karbohidrat kompleks, tinggi protein, dan tinggi serat. Seperti daging, telur, sayur, dan buah segar. Berbukalah dengan makanan ringan terlebih dahulu seperti kurma dan air putih yang berlanjut makanan utama dalam porsi gizi seimbang. 

Dehidrasi Buat Tubuh Lemas

Dehidrasi dapat menyebabkan tubuh lemas dan mengantuk selama berpuasa. Pastikan mengonsumsi cukup air putih saat sahur dan berbuka guna menjaga keseimbangan cairan tubuh. Air memiliki peran penting dalam membantu proses metabolisme, menjaga keseimbangan elektrolit, serta mendukung fungsi organ tubuh agar tetap optimal selama berpuasa. Kebutuhan air setiap individu berbeda sesuai dengan beban kerja tubuh selama beraktivitas. Bagi pekerja lapangan dipastikan memiliki kebutuhan cairan lebih tinggi dibandingkan pekerja indoor. Penting juga untuk membatasi konsumsi minuman berkafein seperti kopi dan teh. Kedua minuman tersebut memicu frekuensi buang air kecil yang tinggi dan mempercepat dehidrasi. Dengan merancang pola minum yang cerdas dan konsisten. Dengan menciptakan sinergi antara hidrasi dan energi untuk menjalani hari puasa dengan penuh semangat dan tetap produktif.

Waktu tept minum air putih ketika puasa. Foto: p2ptm.kemenkes.go.id

Dalam bulan ramadhan, perubahan pola istirahat dan aktivitas fisik yang lebih minim turut menambah salah satu faktor timbulnya rasa kantuk. Oleh karena itu, penting untuk mengatur waktu tidur dengan baik. Usahakan tidur siang jika ada waktu dan tidur lebih awal di malam hari sehingga mampu menyimpan energi untuk beribadah di akhir malam sampai pagi menjelang.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *