KABAR FIKKIA – Program Studi S-1 Akuakultur Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam Universitas Airlangga kembali mendatangkan alumni. Sharing alumni kali ini mengundang Fatikh Wirawan, S. Pi untuk berbagi pengalaman selama bekerja sebagai asisten teknisi di PT. Trisula Amerta Mandiri (Sumberyala) Banyuwangi. Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa akuakultur angkatan 2022 dan 2023 pada Jumat (14/06/2024) di ruang G204 kampus Giri.

Turut hadir dalam acara tersebut Koordinator Program Studi Akuakultur, Darmawan Setia Budi, S.Pi, M.Si. Beliau berharap, melalui kuliah tamu ini mahasiswa dapat menggali informasi terkait pengalaman dan hal-hal praktis dari alumni ataupun praktisi serta mengaitkannya dengan teori yang didapat selama kuliah.
Magang sebagai jembatan upgrade skill
Alumni angkatan 2015 itu menceritakan pengalamannya semasa kuliah hingga memasuki dunia kerja. Semasa kuliah, ia memanfaatkan waktunya dengan berorganisasi dan magang di setiap liburan semester. Pertanyaan yang mewakili beberapa mahasiswa datang dari Sabitha angkatan 2023. Ia menyatakan keinginannya mengikuti magang, namun pengetahuannya mengenai akuakultur dirasa masih kurang.
“Ya gapapa ikut magang aja, jangan takut. Misal di tempat magang kalian disuruh ini ga bisa, ga akan dimarahi. Kalian bisa belajar dari sana. Lebih baik ga bisa saat magang daripada ga bisa saat kerja,” balasnya.
Mengapa memilih kerja di tambak?
Fatikh memulai karir laboran di PT Suri Tani Pemuka Bomo 1, Banyuwangi. Profesi kemudian beralih menjadi asisten teknisi hingga saat ini. Sejak kuliah, dosen tamu yang akrab dipanggil “Mas Fatikh” itu mengaku telah membidik budidaya udang sebagai hal yang ingin ditekuni. Alasannya memilih kerja di Tambak adalah jam kerja kondisional, manajemen waktu lebih fleksibel, serta tentunya penghasilan tetap dan bonus pasca panen yang menggiurkan. Lebih dari itu, dengan bekerja ditambak ia lebih menemukan banyak relasi yang didapat melalui komunitas, sales maupun owner sendiri.
Masa menjadi mahasiswa adalah kesempatan untuk belajar dan mengeksplorasi kemampuan diri. Melakukan kesalahan dalam praktik adalah hal yang wajar terjadi. Oleh karena itu, mahasiswa harus memahami hal dasar sehingga dapat mengembangkan potensi kasus yang terjadi saat praktik langsung.
Pemanaham dasar yang harus dipahami oleh fresh graduate, yaitu perhitungan dosis (khususnya ppm, karena sering digunakan di tambak), pengoperasian mikroskop dan alat-alat lab dasar (pH meter, refraktometer, DO meter, dan lain-lain), serta pembuatan media mikrobiologi dan teknik isolasi bakteri.
Penulis: Ijl Taqiy Dewanta Arthur Achiles
Editor: Avicena C. Nisa
