KABAR FIKKIA – Pelantikan pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) 2026 dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman bersama salah satu alumni terbaik FIKKIA UNAIR. Ia adalah Midory Autake S.KM, alumni Kesehatan Masyarakat yang lulus tahun 2022 tersebut merupakan praktisi public speaking yang siap membagikan pengalamannya kepada mahasiswa. Midory pernah berkarier sebagai Humas RSUD Blambangan dan presenter berita JTV.
Sharing session berlangsung di ruang M201 Kampus Mojo, Kamis (12/03/2026) bersama 50 mahasiswa perwakilan BEM, BLM, HMKH, BPHA, HIMAKUA, HMKU, Garuda Sakti, AUBMO, KKI, KSR PMI, KOMALIMA, UKM Pecinta Alam, Panahan, dan Bola Voli. Agenda ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan strategi komunikasi publik dan pembangunan citra diri profesional langsung dari praktisinya.

Menempa Bakat di Kampus
Dalam sesinya, Midory menceritakan bahwa kemampuannya tidak muncul secara instan. Ia baru benar-benar serius mendalami public speaking saat menginjak semester 3 perkuliahan. Perjalanannya dimulai dari mengikuti lomba voice over, menjadi talent FIKKIA, hingga kini menjadi presenter berita di JTV. Ia mengenang bagaimana kampus FIKKIA memberikan ruang tumbuh yang luar biasa.
“Saat itu, saya aktif mengikuti berbagai lomba. Setiap langkah saya selalu mendapat dukungan penuh dari para dosen di Kesehatam Masyarakat. Beliau-beliau tidak hanya mengajar di kelas, tapi juga menjadi mentor yang memfasilitasi saya untuk terus menguji kemampuan di berbagai panggung.” Ungkap Midory kepada mahasiswa
Pentingnya Konsistensi dalam Komunikasi
Midory menekankan bahwa public speaking harus dikembangkan secara konsisten karena komunikasi adalah “otot” yang harus terus dilatih. Tanpa konsistensi, seorang pemimpin akan kesulitan menyampaikan gagasan secara terstruktur di tengah situasi yang dinamis. Mantan atlet lari itu juga merumuskan lima pilar dalam kominikasi publik, antara lain:
- Konten yang kuat.
- Struktur yang sistematis.
- Bahasa tubuh (body language).
- Penguasaan materi yang mendalam.
- Teknik suara (voice) serta kesiapan mental yang tangguh.
“Kenapa harus konsisten? Karena komunikasi adalah tentang kredibilitas. Sebagai aktivis, cara kalian berbicara menentukan bagaimana orang lain melihat visi organisasi kalian. Jangan pernah takut keluar dari zona nyaman untuk mengeksplorasi potensi yang ada,” tambahnya.
Melalui sharing session ini, para fungsionaris diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk memperkuat peran ormawa di masyarakat. Sebagaimana pesan jajaran pimpinan fakultas, mahasiswa FIKKIA dituntut untuk unggul secara akademik namun tetap memiliki keterampilan soft skill yang mumpuni melalui aktivitas organisasi yang mereka jalankan.
Penulis: Satria Farrely
Editor: Avicena C. Nisa
