FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Angkat Isu Cuaca, Mahasiswa Unair Raih Silver Medal Lomba Esai Nasional

KABAR FIKKIA – Lima mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang Lomba Esai dan Business Plan Tingkat Nasional, yang diselenggarakan di Universitas Mataram, Lombok, pada 25–26 Oktober 2025. Tim yang beranggotakan Stevina Destiani, Syifa Aulia Zahra, Tiara Putri Maharani, Diva Fauziah, dan Nelfanie Ika Nuryan ini sukses meraih Silver Medal dalam kategori Lomba Esai Nasional.

Perjalanan mahasiswa angkatan 2024 itu dimulai sejak tahap seleksi berkas. Dilanjutkan dengan persiapan tim melangkah kebabak semifinal yang digelar secara offline di Universitas Mataram. Dari delapan subbidang yang tersedia, tim ini memilih fokus pada subbidang industri kreatif dengan mengusung topik inovatif berjudul “Strategi Adaptasi Kesehatan di Era Perubahan Iklim Melalui Aplikasi Game Berbasis Cuaca.”

Ide yang diangkat berawal dari keresahan terhadap meningkatnya dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat. Beberapa kasus yang disebabkan dampak perunahan iklim adalah demam berdarah akibat banjir, polusi udara, maupun gelombang panas ekstrem. Mereka pun menciptakan konsep game edukatif yang menggabungkan unsur edukasi iklim dan kesehatan masyarakat.

Melalui game tersebut, pengguna dapat memilih wilayah di Indonesia dan dihadapkan pada studi kasus nyata terkait kondisi cuaca ekstrem, perubahan curah hujan, polusi udara, atau gelombang panas. Pengguna kemudian harus menyelesaikan misi harian yang berhubungan dengan dampak kesehatan di wilayah tersebut.

Stevi mencontohkan, misalnya “membersihkan sampah di blok A” atau “mengantar 10 warga yang terkena DBD akibat banjir.” Setiap misi yang berhasil diselesaikan akan memberikan reward berupa koin. Koin yang terkumpul bisa digunakan untuk meningkatkan fasilitas kesehatan atau infrastruktur lingkungan di wilayah itu.

Selama proses persiapan, tim mengakui menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal membagi waktu antara kuliah dan latihan presentasi. Rasa lelah dan padatnya jadwal seringkali menjadi hambatan untuk berdiskusi bersama. Namun, dengan semangat dan dukungan dari kerabat serta dosen pembimbing, mereka tetap optimis dan berusaha menampilkan yang terbaik.

“Kami percaya bahwa setiap usaha tidak akan pernah sia-sia. Dukungan dari teman-teman dan dosen membuat kami semakin yakin bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Stevina Destiani, ketua tim.

Pencapaian ini menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap isu perubahan iklim dan kesehatan masyarakat menuju Generasi Emas 2045.

Penulis: Zahwa Yasmina Fajri

Editor: Avicena C. Nisa

(1) Comment

  • Stevina Destiani October 27, 2025 @ 2:39 am

    Terima kasih, sangat keren!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *