BERITA SIKIA – Dukung visi Universitas Airlangga dalam peningkatan kemitraan internasional. Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi selenggarakan kegiatan bedah buku internasional pada hari Jumat (1/9/2023). Seorang Psikiater dan Dosen Kedokteran Departemen Psikiatri, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Putra Malaysia lakukan bedah buku “Behavioral Addiction in Women.” Bertempat di Ruang Sidang Kampus Giri, kegiatan tersebut diikuti oleh Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat SIKIA dan sejumlah civitas akademika SIKIA UNAIR.
Pemateri Bedah Buku, Dr Nur Hafidah Ishak mengatakan pandemi Covid-19 telah membentuk pengaruh besar pada masyarakat Malaysia. Internet memberikan peran vital dalam produktivitas kerja, pendidikan, dan koneksi sosial. Lebih dari lima puluh persen masyarakat Malaysia menjadi pengguna aktif internet pasca pandemi.
“Dari 32 juta populasi penduduk Malaysia, 26 juta 700 ribu orang merupakan pengguna aktif internet,” katanya.
Perilaku dan Motif Penggunaan Internet
Penggunaan tersebut berdampak pada tindakan negatif menuju penyalahgunaan internet. Wanita muda di Malaysia dapat menggunakan internet 8-10 jam perminggu. Waktu penggunaan tersebut lebih rendah daripada pria. Dalam model perangkat yang digunakan, wanita cenderung lebih banyak menggunakan perangkat portabel seperti ponsel pintar dan tablet. Sedangkan pria lebih suka menggunakan laptop, konsol game, dan komputer pribadi
“Penelitian lokal sebelumnya melaporkan tidak ada perbedaan perangkat yang digunakan antar gender di Malaysia. Fungsionalitas perangkat ini disesuaikan untuk berbagai jenis aktivitas terkait internet,” tuturnya.
Hanya sedikit penelitian yang melaporkan perbedaan gender dalam motif penggunaan internet. Secara umum wanita lebih condong menggunakan internet untuk bermain media sosial, aplikasi perpesanan untuk memungkinkan interaksi sosial anonim, dan belanja online. Aplikasi perpesanan digunakan sebagai dorongan sosial terutama pada usia remaja (14 hingga 18 tahun) untuk mencari sosok dukungan sosial.
“Namun belakangan ini, perempuan semakin banyak mengakses game online, yang sebelumnya dianggap sebagai aktivitas yang didominasi laki-laki,” ujarnya.
Dampak Penggunaan Internet
Secara nyata, penggunaan internet dapat menyebabkan masalah biologis dari efek perangkat yang digunakan. Cahaya biru berdampak pada kelelahan mata. Pola tidur dapat berubah dan berantakan dari penggunaan internet yang tidak terkontrol. Risiko lainnya adalah obesitas, permasalahan tulang, kebiasaan makanan tak sehat, hingga pola hidup tak sehat seperti konsumsi alkohol dan merokok dari keterbatasan gerak.
“Secara psikologi, wanita juga rentan mengalami masalah depresi dan kecemasan dalam penggunaan. Internet memberikan pelarian bagi orang-orang dengan masalah psikologis untuk secara positif,” tuturnya.
Dalam perilaku sosial, kontrol orang tua sangat diperlukan dalam penggunaan internet wanita remaja. Perempuan seringkali dianggap memiliki literasi digital, efikasi diri digital, dan kecemasan teknologi yang lebih rendah dibandingkan laki-laki (Dalam kelompok perempuan usia paruh baya dan lebih tua). Sehingga wanita rentan terhadap masalah keamanan Internet dan rentan terhadap penipuan dan kejahatan dunia maya dari penipuan digital berkedok data, uang, maupun cinta.
Apabila terdapat permasalahan yang timbul dari penggunaan internet pada wanita tersebut dapat dilakukan terapi biologi lewat terapi farmakologi, psikologi lewat psikoterapi, dan sosial lewat dukungan sosial. Terapi didasarkan pada lima kebutuhan yaitu kekuatan, cinta & kepemilikan, kebebasan, kebebasan, serta menyenangkan. Pendekatan ini dapat membantu individu mencapai aktualisasi diri, meningkatkan keterampilan interpersonal dan mengurangi perilaku penggunaan internet yang bermasalah.
Penulis: Aurel Aulia Rahmadani
Editor: Avicena C. Nisa
