FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

ANIMAVIA 2025: Eksplorasi Burung dan Mamalia Endemik di Taman Nasional Alas Purwo

KABAR FIKKIA – Kegiatan pengamatan burung dan mamalia yang bertajuk ANIMAVIA: Airlangga Mammals and Avifauna Exploration 2025 sukses diselenggarakan pada Sabtu-Minggu (22-23/11/2025). Kolaborasi antara Fowl Care dan Wildlife Animal Care (WLAC) dari HMKH FIKKIA Universitas Airlangga membawa peserta berpetualang menikmati kehidupan satwa liar di Alas Purwo. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman lapangan sekaligus edukasi konservasi. Sebanyak 60 mahasiswa dibagi kedalam 4 kelompok menginap di penginapan Triangulasi, salah satu spot favorit di Taman Nasional (TN) Alas Purwo.

Taman Nasional Alas Purwo merupakan kawasan konservasi seluas lebih dari 43.000 hektare yang terletak di ujung tenggara Pulau Jawa. Kawasan ini menawarkan keanekaragaman ekosistem mulai dari hutan hujan tropis, savana, hingga pantai berpasir putih yang eksotis. Daya tarik utama kawasanterletak pada keindahan alam dan kekayaan satwa liar yang menjadi simbol konservasi di Indonesia. Ada burung merak hijau, Banteng Jawa, babi hutan, Rusa Timor, dan berbagai mamalia endemik lainnya.

Perjalanan Pengamatan Burung

Di hari pertama, peserta memulai perjalanan dari penginapan Triangulasi menyusuri pantai dan melanjutkan ke jalur pengamatan burung sepanjang 2,8 kilometer. Jalur ini dikenal kaya akan spesies avifauna, memberikan kesempatan bagi peserta menikmati kicauan dan pemandangan burung endemik. Setiap kelompok dibekali dengan teropong, untuk bisa mengamati burung dari kejauhan. Terpantau ada merak hijau, walik kembang, bangau bintik putih, sikatan cacing, dan kuntul. Satwa terbang tersebut saling berinteraksi, sahut menyahut, satu sama lain.

Aktivitas pengamatan burung ini memberikan wawasan penting tentang keanekaragaman hayati dan bagaimana menjaga habitat alami tetap lestari.

Pengamatan burung di zona triangulasi. Sumber: Istimewa

Setelah sesi pengamatan burung, perjalanan dilanjutkan menuju Savana Sadengan, sebuah padang rumput luas yang menjadi habitat berbagai jenis mamalia. Di sini, peserta terlibat dalam pencarian jejak mamalia dan membuat cetakan plaster cast yang membantu dalam studi perilaku dan keberadaan satwa liar. Melanjutkan aktivitas tracking sekitar 30 menit menuju villa, peserta mendapatkan pengalaman langsung di habitat alami yang masih terjaga.

Keindahan Alas Purwo tidak hanya terletak pada biota hayatinya, namun juga lanskapnya yang beragam. Pantai berpasir putih dengan ombak besar di sisi selatan memberi kesan alami dan menenangkan, sementara hutan lebat dan savana yang terbentang membuat suasana asri dan penuh petualangan. Keberadaan gunung serta sumber mata air menambah nilai ekologis kawasan yang juga dikenal sebagai tempat suci dengan sejumlah situs spiritual.

Pengamatan satwa di Savana Sadengan dipandu jagawana Alas Purwo. Sumber: Istimewa

Menurut salah satu peserta Vanessa (KH 23), pengalaman langsung menyusuri habitat asli burung dan mamalia endemik membuka pemahaman nyata mengenai pentingnya konservasi.

“Melihat satwa liar di habitatnya memberikan perspektif berbeda dibandingkan belajar di kelas,” ungkapnya.

Kegiatan ini sekaligus menguatkan fungsi Taman Nasional Alas Purwo sebagai laboratorium alam terbuka yang menyokong pendidikan dan penelitian konservasi, serta menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap satwa endemik harus tetap menjadi prioritas.

Penulis: Putri Ajeng Aprisa Simorangkir
Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *