KABAR FIKKIA – Enam mahasiswa dari Central Mindanao University (CMU) yang sedang menjalani program On the Job Training (OJT) di Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA). Mereka melaksanakan kegiatan praktikum nekropsi dan pengamatan preparat histopatologi di Laboratorium Patologi Klinik Kampus Mojo pada Jumat (02/05/2025). Praktikum bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam bidang patologi veteriner, khususnya dalam mengidentifikasi agen penyakit melalui pemeriksaan nekropsi dan analisis jaringan mikroskopis. Proses nekropsi dimulai dengan pembedahan hewan biawak yang telah disiapkan oleh tim dosen pembimbing.

Praktikum dipandu oleh dua dosen kedokteran hewan dan laboran, yaitu drh. Maya Nurwartanti Yunita, M.Si. dan drh. Nina Amalia, M.Si, serta Abdul Aziz, Muhammad Abdul Aziz, A. Md. Kes. Mahasiswa dibimbing secara langsung untuk melakukan prosedur nekropsi yang bertujuan untuk mendeteksi adanya agen patologi seperti parasit, termasuk jenis helminth maupun protozoa. Dalam proses ini, ditemukan helminth jenis nematoda pada lapisan otot biawak yang menjadi bahan diskusi menarik bagi peserta praktikum.
Setelah proses nekropsi selesai, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan pembuatan preparat histopatologi dari jaringan dan organ yang telah diambil. Mereka berkesempatan untuk mencoba teknik blocking, yaitu proses memasukkan jaringan ke dalam cetakan yang diisi parafin cair. Proses ini dilanjutkan dengan sectioning, yakni memotong jaringan menggunakan alat mikrotom menjadi irisan tipis yang memungkinkan pengamatan mikroskopis.
Irisan jaringan yang telah diperoleh kemudian dipindahkan ke dalam waterbath bersuhu 50–55°C agar kerutannya hilang. Setelah itu, jaringan dipindahkan ke object glass dan diletakkan di atas hot plate untuk meluruhkan sisa parafin, sehingga siap untuk staining hingga proses pengeringan dan pengamatan.
“Yang didapatkan dari praktikum ini, kita dapat mengeksplor struktur anatomi dari hewan reptile dan menganalisis perubahan patologis dari infeksi yang diperkirakan dari helminth”. Ujar Collete mahasiswa

Di akhir sesi, mahasiswa berdiskusi bersama dosen mengenai proses yang telah dilakukan, temuan parasit, serta lesi yang tampak pada preparat histopat. Diskusi ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya deteksi dini agen penyakit melalui pemeriksaan mikroskopis.
Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan memperkuat pemahaman teori yang telah didapatkan di kelas. Selain itu, praktikum ini juga melatih ketelitian, kemampuan observasi, dan keterampilan teknis mahasiswa dalam laboratorium veteriner.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-17 Partnerships for the Goals
Penulis: Hanifa Khansa Khairunnisa
Editor: Avicena C. Nisa
