BANYUWANGI – Kelompok 7 Praktik Kerja Lapangan (PKL) Desa Pesucen, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR), meluncurkan program RESIK (Rangkaian Edukasi Kebersihan). Inisiatif ini merupakan langkah preventif mahasiswa dalam mengelola limbah rumah tangga sekaligus menjaga kesehatan lingkungan desa.
Penanggung jawab program, Erica Dwi Anantasya, menjelaskan bahwa RESIK lahir dari analisis situasi dan wawancara mendalam bersama perangkat desa serta masyarakat setempat. Data lapangan menunjukkan bahwa sampah organik maupun anorganik masih menjadi tantangan serius bagi warga Desa Pesucen.
Sosialisasi Metode 4R dan Inovasi Eco-Enzyme
Program yang menyasar pelaku rumah tangga di Dusun Krajan, Padangbaru, dan Bangunrejo ini resmi dimulai pada Rabu (07/01/2026) di Dusun Krajan. Sembilan mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR mengedukasi warga mengenai metode 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace) sebagai fondasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan Eco-Enzyme. Cairan serbaguna hasil fermentasi limbah dapur (sisa buah dan sayuran) ini menawarkan solusi praktis bagi masyarakat. Selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, Eco-Enzyme berfungsi sebagai:
- Pupuk alami peningkat kesuburan tanah.
- Pestisida organik.
- pembersih alami untuk lantai, kamar mandi dan wastafel.
Kolaborasi dengan Penggiat Lingkungan
Kegiatan ini diawali dengan menyebarkan kupon undangan kepada masyarakat sekitar lokasi pada h-1 kegiatan, dan berhasil menghadirkan 25 orang.
“Hadirnya program ini sangat bagus sekali sebagai bentuk pengurangan sampah dengan memanfaatkan bahan sederhana yang mudah dicari oleh masyarakat seperti galon dan botol bekas,” ujar Desy.
Antusiasme warga terlihat saat sesi praktik berlangsung. Istiqomah, salah satu warga Dusun Krajan, mengaku mendapatkan wawasan baru. “Baru dengar ini eco-enzyme, ternyata manfaatnya sangat banyak sekali dan bisa mengurangi sampah, cara membuatnya juga mudah dengan memanfaatkan alat bahan yang ada,” ungkapnya.

Mendukung Capaian SDGs
Aksi nyata mahasiswa FIKKIA UNAIR ini merupakan implementasi dari Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui edukasi RESIK, diharapkan masyarakat Desa Pesucen mampu mengelola limbah secara mandiri dan konsisten dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga.
Penulis : Yohana Calista Pratiwi
Editor : Melati Jasmine
