FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Awali Ramadhan, Mahasiswa UNAIR x UTM BBK Internasional Belajar Tajwid bersama Anak Desa Banjar

KABAR FIKKIA – Menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah, para mahasiswa dari program Belajar Bersama Komunitas (BBK) Internasional UNAIR bekerjasama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) mengadakan kegiatan mengaji pada 15 anak Desa Banjar. Kegiatan yang berlangsung Minggu (02/03/2025) bertujuan untuk mengajarkan ilmu tajwid kepada anak-anak di Masjid Al-Kautsar.

Ilmu tajwid merupakan ilmu membaca Al-Qur’an yang benar dan sesuai dengan kaidah. Anak-anak desa Banjar dibagi menjadi dua kelompok, yaitu mereka yang sudah belajar Al-Qur’an dan yang masih dalam tahap belajar buku Iqra. Mereka diajarkan berbagai aturan tajwid seperti cara membaca huruf yang termasuk idhar yang harus dibaca jelas hurufnya, ikfa yang harus dibaca samar-samar, dan dighom bilagunah yang harus dibaca mendengung dan sebangainya

Metode dan Pendekatan Pembelajaran

Mahasiswa BBK Internasional mengajarkan anak-anak teknik panjang pendek bacaan. Kapan harus berhenti, dan kapan harus mengambil nafas. Beberapa tanda berhenti seperti jika bertemu tanda lam harus terus dibaca. Semua ini diajarkan dengan penuh kelembutan dan kesabaran sehingga anak-anak merasa nyaman dan lebih mudah memahami pelajaran tajwid.

Aina Nuha dari UTM menyampaikan, “Kami di sini mengajarkan anak-anak agar lebih paham betul mengenai tajwid saat membaca ayat suci Al-Qur’an.” ucapnya

Setelah selesai sesi belajar tajwid, kegiatan dilanjutkan dengan sholat zuhur berjamaah, menutup rangkaian kegiatan pagi yang penuh manfaat. Kegiatan meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap tajwid, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan warga desa Banjar.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan anak-anak desa Banjar dapat membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan benar, serta menanamkan nilai-nilai kebajikan dan kesabaran dalam diri mereka. Ini adalah salah satu contoh nyata dari kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat, yang semoga dapat menjadi inspirasi bagi lainnya.

Dalam belajar, anak-anak ditanamkan untuk memiliki kesabaran, ketelitian, dan disiplin dalam membaca. Selain itu, interaksi antara mahasiswa dan anak-anak desa Banjar juga memberikan dampak positif dalam membangun hubungan yang harmonis dan saling menghargai. Kehadiran mahasiswa UNAIR dan UTM diharap dapat memotifasi peserta untuk terus semangat pantang menyerah dalam menuntut ilmu.

Penulis: Amalia Sofi Ramadanti

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *