FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Awas Jentik Nyamuk! Mahasiswa FIKKIA UNAIR Gencarkan Edukasi Cegah DBD di Kebalenan Banyuwangi

KABAR FIKKIA – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan signifikan di Indonesia termasuk di wilayah kerja Puskesmas Sobo, Banyuwangi. Berdasarkan data yang diperoleh, Kelurahan Kebalenan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus DBD tertinggi. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa peminatan Epidemiologi Prodi Kesehatan Masyarakat, FIKKIA UNAIR menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Enyahkan Jentik Nyamuk, Wujudkan Lingkungan Sehat!” sebagai bentuk implementasi pembelajaran dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan berlangsung pada Selasa (03/06/2025) di Aula Puskesmas Sobo. Peserta merupakan warga kebalenan dari berbagai RT, kader kesehatan, bidan wilayah, serta perwakilan dari Puskesmas Sobo. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai penyakit DBD dalam fokus pemberantasan jentik, langkah-langkah pencegahannya, serta menyampaikan hasil observasi jentik nyamuk yang telah dilakukan mahasiswa sebelumnya di rumah warga.

Edukasi Preventif dan Pemantauan Jentik

Mahasiswa turut menyampaikan temuan potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor DBD. Hal ini menjadi dasar penting dalam menyusun materi sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi dilanjutkan dengan materi manajemen sanitasi rumah tangga yang disampaikan Disny Prajnawita, S.KM., MPH. Dosen Kesehatan Lingkungan Kesmas FIKKIA itu yang menjelaskan pentingnya manajemen sanitasi rumah tangga untuk mencegah munculnya jentik nyamuk. Disampaikan pula materi tentang siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti oleh drh. Prima Ayu Wibawati, M.Si, dari Kedokteran Hewan.

Pemaparan temuan data DBD di Kelurahan Kebalenan. Sumber: Istimewa

Peran Aktif Mahasiswa

Mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai pelaksana observasi jentik, tetapi juga sebagai penyusun data, dan fasilitator kegiatan dalam sosialisasi mengenai jentik. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari teori epidemiologi penyakit tropis yang telah dipelajari, khususnya dalam konteks penyakit menular seperti DBD.

“Kami ingin warga bisa mengenali tanda-tanda lingkungan yang berisiko serta memahami pentingnya pemberantasan sarang nyamuk secara rutin,” ujar Cindy selaku ketua pelaksana kegiatan.

Kegiatan disambut antusias oleh warga Kebalenan. Warga juga menyampaikan komitmen untuk lebih rutin menjaga kebersihan lingkungan dan aktif memantau jentik nyamuk di sekitar tempat tinggal.

Mahasiswa mendampingi pengisian pretest manajemen sanitasi lingkungan rumah tangga dan siklus hidup nyamuk. Sumber: Istimewa

 “Saya berharap kegiatan ini dapat membuat warga lebih sadar akan pentingnya mencegah penyakit DBD, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan membasmi sarang nyamuk seperti jentik.” Tutur Wuryanti selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit puskesmas Sobo

Selain itu, edukasi yang diberikan juga diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat

Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Good Health and Well-Being serta poin ke-17 Partnerships for the Goals.

Penulis: Muhammad Ridwan

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *