FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

B-PHA UNAIR Sosialisasikan MBKM 2024

KABAR FIKKIA – Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan sosialisasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) 2024. Mengusung tema “Eksplorasi Ilmu dengan MBKM untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Transformasi Pendidikan Tinggi” acara ini diselenggarakan pada Sabtu, (7/09/2024), di Aula Kampus Mojo.

Sebanyak 33 peserta yang terdiri dari 27 mahasiswa angkatan 2023 dan 6 mahasiswa angkatan 2022 berpartisipasi dalam acara ini. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai program MBKM, serta implementasinya dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Septa Indra Puspikawati, S.KM., M.PH., Ketua Tim Konversi Mata Kuliah Prodi Kesehatan Masyarakat, sebagai pemateri utama. Kehadiran alumni dan mahasiswi yang telah mengikuti program MBKM, yaitu Rifka Pramudia Wardani S. KM(alumni angkatan 2020) dan Oktavia Rinda Natasya (Kesmas 2021), siap berbagi pengalaman saat mengikuti MBKM.

Pemateri menjelaskan bagaimana konversi kegiatan MBKM. Sumber: Penulis

Sosialisasi MBKM 2024 ini merupakan program kerja baru dari divisi In-App Banyuwangi Public Health Assosiation (B-PHA) UNAIR. Acara ini memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, untuk memberikan informasi menyeluruh mengenai program MBKM, termasuk konversi mata kuliah yang relevan. Kedua, untuk membangun pemahaman yang lebih baik mengenai jenis-jenis program MBKM yang tersedia, seperti Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), serta bentuk program lainnya. Ketiga, acara ini bertujuan memfasilitasi diskusi mengenai kesesuaian program MBKM dengan mata kuliah yang dapat dikonversikan untuk mengoptimalkan pengalaman belajar mahasiswa.

Strategi konversi mata kuliah

Selama sesi talkshow interaktif, Septa menjelaskan tentang strategi dan mekanisme konversi mata kuliah dalam program MBKM. Peserta diajak untuk memahami berbagai proses administratif, mulai dari pengajuan, penilaian, hingga penetapan hasil konversi yang dapat mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.

Sesi dilanjutkan dengan sharing pengalaman oleh Rifka Pramudia Wardani yang menceritakan pengalamannya mengikuti program MSIB di Kabupaten Bondowoso.

“Tantangan saat ikut MSIB adalah abagaimana kita menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, mengembangkan relasi, dan belajar dari memahami perbedaan budaya yang ada.” Jelas alumni Kesehatan Masyarakat tersebut.

Oktavia Rinda Natasya, yang mengikuti program PMM di Universitas Muhammadiyah Aceh. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan mengambil kesempatan belajar di luar kampus.

Talkshow bersama alumni MBKM. Sumber Penulis

Acara sosialisasi ini disambut dengan antusiasme oleh para peserta. Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan minat besar mahasiswa untuk mengetahui lebih dalam tentang program MBKM dan berbagai pilihan yang tersedia.

Terselenggaranya sosialisadi MBKM, mahasiswa diharapkan dapat lebih memahami dan memanfaatkan kesempatan yang ditawarkan. Mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat meningkatkan daya saing di dunia kerja. Upaya ini juga sejalan dengan visi UNAIR dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui transformasi pendidikan tinggi yang inovatif dan berkelanjutan.

Penulis: Putri Erlina Aulia Sasdi

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *