KABAR FKKIA – Komikat Komalima, KKI, dan KSR PMI FIKKIA Universitas Airlangga mengadakan bakti sosial di Panti Asuhan Mutiara Insan pada Minggu, (01/12/2024). Bakti sosial bertema “Petualangan Melawan Gigi Berkuman” bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak tentang menjaga kebersihan gigi dan mulut. 15 anak dari Panti Asuhan Mutiara Insan mengikuti bakti sosial yang diadakan pagi hari itu. Diikuti oleh peserta usia mulai 5 tahun hingga beranjak remaja.
Anak-anak diajarkan cara mencegah penyakit, seperti gigi berlubang dan radang gusi. Edukasi juga mencakup bahaya infeksi serius akibat gigi kotor. Sosialisasi diharapkan menciptakan lingkungan dan kebiasaan sehat di panti asuhan. Peserta didorong menerapkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan berjalan dengan antusiasme tinggi dari semua pihak. Panti asuhan mengapresiasi inisiatif ini sebagai bentuk kepedulian sosial yang nyata.
Gigi Sehat, Senyum Ceria!
Melalui bakti sosial, diharapkan perubahan perilaku individu dapat tercapai. Selain itu, program menargetkan lingkungan yang lebih luas. Panti asuhan dan sekolah diharapkan menyediakan fasilitas pendukung seperti akses ke air bersih, dan edukasi rutin terkait kebersihan gigi. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memberikan materi edukasi secara interaktif. Salah satu metode yang digunakan adalah media visual gigi palsu. Media ini membantu peserta memahami anatomi gigi dan perawatan yang tepat. Selain itu, kami juga menyediakan alat peraga berupa sikat gigi dan pasta gigi.
Peserta diajarkan cara menyikat gigi dengan baik dan benar melalui praktik langsung. Instruktur memberikan panduan secara bertahap untuk memastikan pemahaman yang optimal. Mereka juga diajak mempraktikkan teknik menyikat gigi yang dianjurkan oleh dokter. Selain edukasi, panitia juga melakukan pemeriksaan gigi dasar gratis. Peserta yang memiliki masalah gigi diberikan rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi masalah gigi secara dini.

“Kami percaya bahwa perubahan perilaku dan dukungan lingkungan dapat berjalan seiring. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak untuk berkontribusi aktif. Baik individu maupun institusi memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan gigi.” tutur Devi, salah satu panitia bakti sosial.
Dengan adanya edukasi dan fasilitas pendukung, masyarakat dapat terhindar dari penyakit gigi. Harapan kami, program ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi seluruh teman-teman panti asuhan mutiara insan.
Kegiatan dalam artikel ini merupakan penerapan nilai-nilai SDGs poin ke-3 Health Well Being.
Penulis: Dheva Yudistira Maulana
Editor: Avicena C. Nisa
