FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

Bangun Etika dan Literasi Digital, Forum Rektor Indonesia Hadir Sapa Banyuwangi

BERITA SIKIA – Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Forum Rektor Indonesia (FRI) menyelenggarakan Pelatihan dan Pendampingan Cakap Etika dan Literasi Digital Bagi Pelajar Tingkat Menengah di Provinsi Jawa Timur di Aula Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Giri Taruna Bangsa, Kabupaten Banyuwangi. Dalam penyelenggaraan yang diadakan pada Jumat (22/9/2023) tersebut menghadirkan pemateri dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga.

Selain menyasar pelajar SMA, pelatihan juga dilakukan di komunitas CAK EDI keesokan harinya (23/09/2023). CAK EDI merupakan akronim dari Cakap Edukasi dan Literasi Digital yang diikuti oleh sejumlah mahasiswa dan pemuda lintas sektor. Komunitas CAK EDI terdiri dari mahasiswa penggiat sosmed, penggiat lingkungan, kelompok wirausaha, dan berbagai pergerakan lain.

Pendampingan dengan komunitas CAK EDI

Terpilih Menjadi 1 dari 3 SMA di JATIM

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Dr. Eko Supeno, M.Si, selaku Sekretaris Eksekutif Forum Rektor Indonesia. Beliau mengungkapkan program tersebut menjadi bagian rangkaian gerakan nasional revolusi mental yang diselenggarakan Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia(KEMENKO PMK RI). Di Jawa Timur, kegiatan serupa juga diadakan di tiga wilayah yang berbeda.

“Kegiatan serupa juga diselenggarakan di Kota Surabaya, Malang dan juga Banyuwangi. Jadi SMAN 1 Giri menjadi salah satu sekolah yang terpilih dari 3 sekolah di Jawa Timur,” tuturnya diikuti dengan tepuk tangan dari siswa SMA tersebut yang menjadi peserta.

Ketua Badan Kerjasama dan Pengembangan Universitas Airlangga tersebut mengungkapkan fanatisme dan budaya digital terus berkembang diera gempuran kehidupan sosial media. Batasan digitalisasi yang tak berujung menjadi penggerus moral dan etika. Berbagai ketikan telah menjadi pemecah belah bangsa yang menghancurkan kesatuan nasionalisme terutama mendekati pesta politik. Namun, kepekaan anak muda menunjukkan penurunan mulai dari sosok yang tak empati dan ketidakmauan menghadapi isu sosial dan politik.

“Kepekaan anak muda dalam masalah sosial politik terus terdegradasi. Terima kasih telah menerima kami menjadi bagian masa depan lewat edukasi yang diberikan,” tuturnya.

Kehidupan sekarang adalah investasi masa depan. Jangan sampai kehidupan dunia maya berdampak pada urusan hukum. Dampak yang ditimbulkan tentu berkonsekuensi secara luas dalam kehidupan dengan cakupan lokal, nasional, bahkan internasional.

“Hati-hati konsekuensi hukum yang tampak sederhana saja bahkan bisa berdampak luas bagi kehidupan masyarakat,” pesannya kepada peserta.

Siswa tampak setuju dengan pesan yang disampaikan oleh dosen FISIP UNAIR itu.Kegiatan dilanjutkan dengan materi dari dosen FISIP UNAIR dan SIKIA UNAIR. Pemateri dari SIKIA adalah Faisal Fikri drh M.Vet (Dosen Program Studi Kedokteran Hewan SIKIA UNAIR) dan Suciyono S.St .Pi .,M.P (Dosen Akuakultur SIKIA UNAIR).

Faisal Fikri drh M.Vet menyampaikan materi etika komunikasi di era digital. Beliau menekankan agar lebih bijak dalam menyampaikan pikiran dan perasaan di media sosial. Sedangkan Suciyono S.St .Pi .,M.P menjelaskan materi berisi Kemampuan mencari Informasi di Ruang Digital.

 

Penulis: Aurel Aulia Rahmadani

Editor: Tasya Ramadhani