KABAR FIKKIA – Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) 2 Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga resmi mengukuhkan 11 siswa MA Ibrahimy Secang sebagai Kader Gempita (Gerakan Muda Peduli dan Tanggap) TBC pada Kamis (29/1/2026). Peresmian ini merupakan puncak rangkaian program pemberdayaan remaja yang difokuskan pada penguatan deteksi dini Tuberkulosis (TBC) di wilayah Kelurahan Kalipuro. Langkah ini diambil secara strategis mengingat kasus TBC masih ditemukan tersebar di beberapa titik wilayah Kalipuro dengan karakteristik penularan yang cepat dan berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Urgensi Pembentukan Kader dan Analisis Situasi
Pembentukan kader muda ini didasari oleh analisis mendalam terhadap kebutuhan sumber daya kesehatan di lapangan. Kurangnya jumlah kader aktif selama ini mengakibatkan upaya deteksi dini menjadi kurang optimal, sehingga banyak potensi kasus yang tidak teridentifikasi secara dini. Dengan kehadiran Kader Gempita, diharapkan terdapat penguatan pada aspek active case finding guna memutus mata rantai penularan di tingkat masyarakat melalui peran aktif remaja. Acara pengukuhan yang berlangsung di halaman sekolah ini dihadiri oleh seluruh siswa, dewan guru, serta tim PKL 2 Kalipuro.
Pelatihan Teknis dan Protokol Keamanan Skrining
Anggota Kader Gempita terdiri kelas 10 dan 11. Mereka telah menjalani serangkaian pelatihan intensif yang mencakup prosedur skrining gejala klinis, teknik wawancara medis dasar, serta alur pelaporan kasus secara sistematis. Guna menjaga keamanan personel selama bertugas, para kader dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang sesuai dengan anjuran dan protokol kesehatan skrining TBC. Hal ini memastikan bahwa proses deteksi dini di lapangan berjalan secara profesional, metodis, dan aman bagi para siswa maupun warga yang diperiksa.
Realisasi Aksi Lapangan dan Integrasi Data Klinis
Berbekal pelatihan tersebut, para kader segera melakukan aksi nyata dengan menyisir 11 titik lingkungan di Kelurahan Kalipuro dan berhasil melakukan skrining terhadap 440 warga. Sebagai bentuk pertanggungjawaban data dan tindak lanjut medis, seluruh hasil skrining yang telah terkumpul kemudian diserahkan secara langsung kepada Pemegang Program TBC Puskesmas Klatak. Integrasi data secara langsung ini krusial agar setiap temuan kasus di lapangan dapat segera mendapatkan intervensi klinis dari otoritas kesehatan terkait guna mencegah komplikasi lebih lanjut.

Sasaran Strategis dan Keberlanjutan Program
Kepala MA Ibrahimy Secang, Andhi Sukowarto S. Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi sosial yang ditunjukkan para siswanya dalam memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat. Ke depannya, sasaran program Kader Gempita ini akan dikembangkan secara bertahap, dimulai dengan penerapan protokol kesehatan dan skrining di lingkup internal sekolah terlebih dahulu sebagai basis percontohan, kemudian dilanjutkan dengan target masyarakat di area sekitar madrasah. Melalui inisiatif ini, MA Ibrahimy Secang berupaya menjadi pionir sekolah tanggap TBC di Banyuwangi dengan menjadikan literasi kesehatan sebagai bagian dari karakter siswa.
Penulis: Satria Farrely
Editor: Avicena C. Nisa
