KABAR FIKKIA – Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi terus meningkatkan pengetahuan bidang kesehatan perkudaan. Melalui kegiatan Divisi Equine Care berupa kuliah tamu yang dihelat Senin (22/7/2024), HMKH menghadirkan drh. Rifa Alfalah sebagai pemateri sekaligus praktisi kuda. Kegiatan tersebut mengangkat tajuk “Equine Dentistry: Essential Care For Horse Health” yang terselenggara secara daring melalui zoom meeting.
Kesehatan Gigi Sangat Penting Bagi Kuda
Kesehatan gigi memiliki fungsi yang sangat penting dalam memelihara kesehatan kuda. Kuda sangat mengandalkan gigi dalam memproses makanan. Sehingga gigi sehat menjadikan kesehatan, performa, dan kesejahteraannya terjaga. Anatomi gigi kuda terdiri dari 3 bagian, yaitu cementum, enamel, dan dentin. Namun, kesehatan gigi kuda tak terbatas hanya bagian itu saja.

Secara rutin dokter hewan melakukan dental exam untuk menilai kesehatan mulut secara lengkap. Bagian mulut tersebut termasuk lidah, palatum, mukosa, dan bagian pipi. Baik itu floating berupa perapihan gigi tajam ataupun pendeteksian infeksi. Deteksi Dini Temukan masalah awal berupa maloklusi, penyakit gusi, gigi patah. Rencana perawatan rutin khusus sesuai kebutuhan kuda. Pemeriksaan rutin juga mencegah masalah besar menjadikan kuda sejahtera, pencernaannya efisien, berat badan terjaga, dan risiko kolik berkurang.
Tanda Gigi Bermasalah
Beberapa tanda terdapat permasalahan gigi adalah kesulitan makan, bau mulut, quidding, perubahan perilaku, asimetri wajah, maupun terdapat benjolan. Indikasi kuda mengalami kesulitan makan adalah dengan seringnya makanan jatuh, mengunyah dengan satu sisi mulut, makan yang lambat hingga hipersalivasi. Bau busuk dari mulut dapat mengindikasikan infeksi bakteri atau gigi mengalami pembusukan.
Perubahan perilaku kuda dapat terlihat dari keengganan untuk menerima sentuhan, kepala yang terombang-ambing, hingga membuat ketidaknyamanan saat dikendarai. Kuda yang mengalami perubahan morfologi wajah menjadi tidak simetris menandakan perkembangan otot yang tidak merata karena condong pada satu sisi saat mengunyah. Quidding atau menjatuhkan bola-bola makanan yang sudah dikunyah sebagian. Benjolan menandakan pembengkakan yang tidak normal di dalam maupun sekitar daerah mulut atau rahang.
Skala Kuda Merasakan Sakit Gigi
Kuda yang mengalami permasalahan gigi tidak mengekspresikan nyeri seperti halnya manusia. Terdapat 3 jenis nyeri berupa ringan (mild pain), menengah (moderate pain), dan berat (severe pain). Tingkatan nyeri terendah tak membuat kuda depresi ringan namun memberikan performa yang buruk. Nyeri gigi menengah menyebabkan depresi dan meningkatkan agresivitas. Nyeri gigi paling berat menyebabkan depresi, badan tremor, berkeringat, hingga membuat kuda terbaring.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
