KABAR FIKKIA – Jumat (17/04/2024) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga melakukan program kolaboratif antar kementerian. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan Kementerian Pendidikan dan Keilmuan (PNK) berkolaborasi melalui program Sekolah Jurnalistik dan Airlangga Mengajar. SMAN 1 Wongsorejo, Banyuwangi menjadi lokasi edukasi yang menginspirasi tahun ini.
Program Sekolah Jurnalistik dan Airlangga Mengajar merupakan rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga akhir Mei mendatang. Sehingga materi dan pembelajaran yang diberikan bertahap meningkat dipertemuan berikutnya. Kegiatan ini mencakup materi seputar jurnalistik, fotografi, dan pendidikan seksual. Selain penyampaian materi, terdapat sesi kuis interaktif untuk menguji pemahaman siswa.

SMAN 1 Wongsorejo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena tingginya angka pernikahan dini di wilayah tersebut. Diharapkan Airlangga mengajar, pelatihan jurnalistik dan fotografi, siswa dapat membuat dan mempublikasikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat
Teknik berjurnalistik
Materi pertama yang disampaikan oleh Gilang Avrilio (Kesmas 22) mengenai apa itu jurnalistik. Kemudian dikenalkan mengenai ragam karya jurnalistik seperti stratight news, feature, in-depth news. Tak lupa diajarkan mengenai proses karya jurnalistik yang dimulai dari tahap pahami etika, menentukan atau mencari informasi, proses wawancara, proses penulisan, editing dan kreasi dengan media sosial.
Pengantar Fotografi Jurnalistik
Materi kedua di sampaikan oleh Abdul Rohim (Akuakultur 21). Materi yang diajarkan adalah mengenai teknik dasar fotografi seperti cara mengatur kecepatan rana yang tepat untuk membekukan gerakan objek, menggunakan aperture yang sesuai untuk mengontrol tajam pada subjek pertama, menyesuaikan ISO untuk mendapatkan hasil gambar yang bagus. Siswa juga diajarkan cara mengatur komposis dan pencahayaan. Etika dan tanggung jawab fotografi menjadi sorotan utama. Seperti memastikan foto yang diambil sesuai dengan fakta dan tidak menyesatkan, menjaga intregritas dan tidak manipulasi foto, menghormati privasi dan martabat subjek.
Bahaya seks pranikah dan pernikahan dini
Materi ke tiga disampaikan oleh Andina Fatimatus Kesmas 22, materi ini diawali dengan para siswa diperlihatkan tentang kasus remaja saat ini, seperti berita wanita muda stress malu hamil diluar nikah ditemukan tewas gantung diri, kemudian berita berita maraknya pernikahan dini mayoritas karena hamil di luar nikah, setelah itu pemateri menyampaikan dampak masalah seksualitas pada remaja, bahaya pernikahan dini dengan memberikan informasi yang jelas dan komprehensif tentang kesehatan reproduksi, hak-hak anak, dan konsekuensi pernikahan dini.
Kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat positif dari pihak sekolah. Kepala sekolah Rini Kartika, SS., M.Pd. menyambut baik inisiatif ini.
“Saya sangat antusias dengan kegiatan ini karena para siswa mendapat ilmu baru yang bisa bermanfaat nantinya”. Tuturnya.
Sementara siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mendengarkan materi dengan baik, mengerjakan kuis, dan berpartisipasi aktif dalam diskusi materi yang disampaikan.
Penulis: Amalia Sofi Ramadanti
Editor: Avicena C. Nisa
