BERITA SIKIA – Sukses melakukan pemetaan sebaran tanaman obat langka di Kawasan lereng Gunung Ijen dan melakukan konservasi melalui kegiatan budidaya, BEM KM SIKIA siap meneruskan program berkelanjutan. BEM KM SIKIA melalui PPK Ormawa yang diselenggarakan oleh Kemeterian Pendidikan Kebudayaan Ristek Teknologi membuat program pengolahan tanaman obat langka menjadi jamu kekinian yang digemari semua kalangan berupa mocktail. Inovasi ini dilakukan untuk membuat pembeli merasakan sensasi baru menikmati jamu tanpa mengurangi khasiat dan kenikmatannya. Tanaman obat langka yang diolah menjadi jamu kekinian ini adalah Selaginella doederleinii Hieron (cakar ayam) dan Hibicus Sabdariffa Linn (Bunga Rosella).
Kegiatan soft launching produk tanaman konservasi berlangsung di Sarine Coffee Banyuwangi. BEM KM SIKIA UNAIR tengah membentuk kerjasama pemasaran. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan produk jamu kepadan masyarakat dan wisatawan. Beberapa produk yang disajikan dalam kegiatan ini adalah mocktail dan selaginella celup . Mocktail dipilih sebagai sajian karena lebih mudah membuat kreasi padu padan rasa jamu yang segar. PPK Ormawa menyuguhkan tigamenu mocktail unggulanyang memiliki karakteristik yang berbeda, yaitu Silky Selaginella, Sour Selaginella, dan Joy Fresh.
Silky Selaginella menawarkan sensasi rasa asam segar yang berasal dari lemon dan buah persik, serta manis lembut vanila. Sour Selaginella menghadirkan rasa manis gurih yang kuat dari perpaduan sirup delima dan caramel. Bagi penggemar rasa manis asam yang seimbang, Joy Fresh menjadi pilihan yang tepat. Kombinasi sirup rasa melon, leci dan manis butter scotch siap menyegarkan siang harimu.
Baca juga : BEM KM SIKIA UNAIR Gandeng Desa Tamansari Lakukan Konservasi di Kawasan Gunung Ijen
Selain menikmati mocktail yang menyegarkan pengunjung juga dapat membawa buah tangan berupa selaginella celup. Produk ini dapat dinikmati dengan menyeduhnya dalam air hangat seperti minum teh. Selama kegatan soft launching pada tanggal 24-28 September, dua produk unggulan hasil konservasi tanaman obat langka ini dijual dengan diskon sebesar 35%. Nantinya juga akan ada kegiatan grand opening yang akan berlangsung pada tanggal 2 Oktober 2022 dan dihadiri oleh para masyarakat, dosen, mahasiswa, serta stakeholder terkait.
Tidak hanya membudidayakan tanaman obat langka serta mengolah produk, kegiatan ini memiliki prinsip utama untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan pelatihan agar nantinya masyarakat dapat meningatkan kesejahteraannya secara mandiri dan menjadikan produk hasil konservasi ini sebagai menu autentik dari Desa Tamansari. Ulil selaku penanggung jawab dari kegiatan ini mengungkapkan bahwa tantangan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah minimnya kesadaran mayarakat akan potensi yang dimiliki serta memiliki upaya untuk mengembangkan potensi tersebut.
Penulis : Islah Istiqomah
Editor : Choirun Nisa
