FIKKIA UNAIR

EnglishIndonesian

BEM-KM SIKIA Selenggarakan Seminar Wirausaha di Era Transformasi Digital

BERITA SIKIA – Transformasi kemajuan era digital membawa perubahan dibanyak sektor. Sektor ekonomi menjadi salah satu bidang yang perkembangan digitalnya pesat. Pelaku wirausaha saat ini memanfaatkan platform digital untuk dapat mempertahankan usahanya. Mahasiswa saat ini juga dicetak menjadi wirausaha, yang lulus dapat membuat lapangan pekerjaan. Keberadaan mahasiswa dan wirausaha, erat kaitannya dengan kemajuan tranformasi digital. Oleh karena itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM-KM SIKIA) bersama Ragil Angga Prastiya, drh., M.Si menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan berbasis mahasiswa. Kegiatan diselenggarakan di Ruang Sidang Kampus Giri pada Sabtu (16/09/2023) secara offline.

Pembicara yang diundang dalam obrolan kewirausahaan sesi pertama adalah Dr. Tri Siwi Agustina, SE., M.Si, Dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.

Foto: Penulis

Revolusi industri 4.0 membawa gelombang baru pada pilihan pekerjaan atau karir. Preferensi pekerjaan yang disukai generasi muda Indonesia berdasarkan SEA Grup (2019) yaitu wirausaha dibandingkan PNS, usaha keluarga, perusahaan multinasional, badan amal atau sosial, perusahaan lokal besar, UKM, dan startup. Dijelaskan oleh Dr. Siwi bahwa akrabnya generasi milenial dengan gawai, internet, dan media sosial bisa memicu ledakan ekonomi digital dan akan mendatangkan peluang tantangan dalam industri Indonesia. Transformasi digital berjalan linear dengan teknologi yang semakin lama semakin maju dan canggih menawarkan banyak manfaat untuk perkembangan dunia bisnis saat ini. Teknologi dapat menghemat waktu, tenaga, serta biaya dengan hasil yang cukup maksimal. Evisiensi tersebut menghadirkan bisnis yang bervariasi dan berpeluang mengubah sesuatu yang mustahil menjadi terjadi.

Mengenali karekter umum wirausaha

Menggali dan mengasah potensi diri menjadi wirausaha sekaligus mahasiswa sangat bisa dilakukan dengan hadirnya platform digital.  Menjadi pengusaha harus memiliki sikap, karakter, tekat, dan mental baja yang lebih kuat. Menjalankan wirausaha memang tidak mudah, tapi bukan perkara yang tidak bisa terwujud. Berikut adalah karakter minimal yang harus ada dalam jiwa pengusaha.

  1. Percaya diri: keyakinan, ketidaketergantungan, individualistis, dan optimis
  2. Berorientasikan tugas dan hasil: kebutuhan akan prestasi berorientasi pada laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan yang kuat, energik, dan inisiatif
  3. Pengambilan resiko: kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan
  4. Kepemimpinan: bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik
  5. Keorisinilan: inovatif dan kreatif, fleksibel, punya banyak sumber, serba bisa, dan menjelaskan banyak
  6. Berorientasi ke masa depan: pandangan ke depan dan perspektif

Kendala menjadi wirausaha yang umum ditemui

Berbagai hambatan berwirausaha menjadi hal biasa yang ditemui pengusaha. Umumnya hambatan tersebut justru datang dari diri sendiri. Ketakutan untuk mengubah cara-cara lama, keraguan pada prinsip dan cara kerja sering muncul dalam benak diri. Hal demikian bisa diatasi dengan memupuk kembali rasa optimis dan pantang menyerah. Melakukan  evaluasi diri dan memantapkan tekat.

Kemudian, munculnya keragaman pilihan produk juga menimbulkan persaingan bisnis dipasaran. Oleh karena itu value dan keunikan produk menjadi penting. Adanya persaingan membuat wirausaha terus berinovasi mengembangkan produk dan cepat beradaptasi agar tidak ditinggalkan konsumennya. Membuka jejaring baru turut membantu pengusaha dalam mempertahankan pasarnya.

Selanjutnya, berfikir kreatif dan inovatif. Memuncullkan ide-ide out of the box dan mengaplikasikannya memungkinkan pengusaha bisa survive. Namun perlu diingat bahwa mengikuti tren juga harus diimbangi dengan kapasitas bisnis dan strategi jangka panjang. Terakhir adalah sumber daya manusia. Perlu diingat, teknologi boleh maju namun sopan santun, etika, tetap harus dijunjung tinggi, Jangan sampai hilang kepedulian karena kepedulian bisa menjadi tantangan dan peluang.

Penulis: Raket Wonggo Murgiyana

Editor: Avicena C. Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *