KABAR FIKKIA – Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) Banyuwangi menegaskan komitmen pengembangan pendidikan tinggi di Banyuwangi melalui rencana pembangunan gedung kampus baru.
Komitmen tersebut tersampaikan dalam rapat kerja bersama FIKKIA UNAIR, eksekutif Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Komisi III dan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi. Rapat berlangsung pada Senin (13/1/2026) di Ruang Rapat Khusus DPRD Banyuwangi.
Dekan FIKKIA UNAIR Banyuwangi, Dr. Rahadian Indarto Susilo, dr. Sp.BS.(K). menyampaikan UNAIR terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di wilayah timur jawa. Sejak awal berdiri pada tahun 2014, UNAIR Banyuwangi terus menunjukkan peningkatan kualitas akademik dan layanan pendidikan yang terbukti dengan akreditasi unggul di empat program studi.

“Saat ini kami telah resmi memiliki Program Studi Kedokteran. Ke depan penguatan fasilitas menjadi langkah strategis untuk menjaga dan meningkatkan mutu tersebut,” ujarnya.
Dr. Rahadian menegaskan bahwa Majelis Wali Amanat UNAIR telah menyetujui anggaran sebesar 30 miliar untuk pembangunan gedung baru FIKKIA sebagai wujud kesiapan institusi dalam mendukung percepatan pembangunan. Ia juga menyambut baik dukungan DPRD Banyuwangi dalam mengurai kendala administratif terkait pemindahtanganan dan sertifikasi lahan aset daerah. Tahapan legal formal terkait status lahan perlu diselesaikan terlebih dahulu agar seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Badan Pertanahan Nasional (BPN) mensyaratkan adanya persetujuan resmi DPRD terhadap pemindahtanganan aset daerah sebelum proses penerbitan sertifikat dapat dilanjutkan dengan pembangunan.
“Secara administratif, BPN meminta adanya persetujuan DPRD terkait hibah lahan aset daerah kepada Universitas Airlangga. Persetujuan ini menjadi dasar hukum penting untuk penerbitan sertifikat sehingga pembangunan gedung dapat segera dimulai,” jelasnya.
Pembangunan gedung FIKKIA UNAIR direncanakan berlangsung di dua lokasi. Pertama berada di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri yang akan difokuskan pada pengembangan Kampus Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Saat ini tempat tersebut menjadi kampus Kedokteran yang direncanakan akan direvitalisasi dengan gedung setinggi tujuh lantai. Ditargetkan mulai dilaksanakan pada tahun 2026. Lokasi kedua berada di Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat yang direncanakan menjadi kawasan pengembangan untuk S1 Kedokteran Hewan, Pendidikan Profesi Dokter Hewan, dan S1 Akuakultur. Secara desain akan dilengkapi dengan Rumah Sakit Pendidikan dan Rumah Sakit Hewan. Sekarang pembangunan di lokasi tersebut masih dalam tahap penyiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung. Termasuk akses jalan masuk yang telah terbangun berkat bantuan Pemkab Banyuwangi.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Avicena C. Nisa
